Sinergi Muda Soroti Dugaan Pengawasan Nihil; Konfirmasi Awak Media Belum Dijawab
Suaraakademis.com.|Kabupaten Mamasa – Harapan besar masyarakat Kabupaten Mamasa terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat tampaknya belum berbanding lurus dengan kenyataan yang diduga terjadi di lapangan. Ketua Harian Sinergi Muda Mamasa, Ryan Mewa’, menilai pelaksanaan program ini diduga belum menunjukkan dampak signifikan, dan lemahnya pengawasan diduga menjadi akar masalah utama.
“Program MBG seharusnya menjadi solusi nyata bagi pemenuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan di Mamasa. Namun sampai saat ini, kami menilai pelaksanaannya diduga belum berjalan sebagaimana mestinya. Dan salah satu penyebab utamanya diduga jelas: pengawasan yang lemah, bahkan nyaris tidak ada,” tegas Ryan Mewa’.
Secara khusus, Sinergi Muda Mamasa menyentil kinerja Satuan Tugas (Satgas) MBG yang telah dibentuk Pemerintah Daerah. Menurut pantauan pihaknya, Satgas tersebut diduga belum pernah terlihat turun menjalankan fungsinya secara aktif.
“Idealnya, Satgas ini minimal turun ke lapangan seminggu sekali, bahkan setiap hari jika diperlukan, mengingat program ini menyangkut nyawa dan tumbuh kembang generasi penerus. Tapi kenyataannya, sampai hari ini kami belum melihat kehadiran mereka mengawasi langsung penyaluran makanan,” tandasnya.
Ketidakhadiran pengawasan diduga membuka celah risiko serius: mulai dari kualitas dan kecukupan gizi yang tidak terjamin, ketidaktepatan sasaran penerima, hingga dugaan potensi penyimpangan dalam pengelolaan program.
“Kami berharap Satgas ini menjadi benteng pengawasan yang membantu tugas Badan Gizi Nasional di daerah. Namun yang terjadi diduga sebaliknya—Satgas yang diharapkan menjadi solusi, ternyata diduga hanya berhenti sebagai struktur formal di atas kertas saja,” keluh Ryan.
Sinergi Muda Mamasa mendesak Pemerintah Daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengaktifkan kembali fungsi Satgas secara nyata, bukan sekadar seremonial. Mekanisme pelaporan dan evaluasi yang terbuka bagi publik juga menjadi tuntutan mutlak agar akuntabilitas program terjaga.
“Kami tidak anti program ini. Justru kami mendukung sepenuhnya niat baik pemerintah pusat. Namun niat baik itu percuma jika tidak dikawal dengan pengawasan yang serius dan berani di lapangan, agar manfaatnya benar-benar sampai ke tangan yang berhak,” pungkas Ryan Mewa’.
Hingga berita ini diturunkan, Ayu Lestari selaku Kepala Perwakilan Sulawesi Barat telah berupaya mengirimkan pesan konfirmasi melalui aplikasi pesan kepada pihak Satgas MBG Mamasa pada Jumat, 31 Juli 2026, namun hingga saat ini belum menerima tanggapan atau penjelasan apa pun.
Sinergi Muda Mamasa menegaskan akan terus memantau perkembangan pelaksanaan program ini dan berharap Pemda Mamasa segera merespons masukan masyarakat demi perbaikan kualitas pelayanan publik.
CATATAN REDAKSI: Berita ini disusun berdasarkan pernyataan resmi pihak terkait. Seluruh hal yang didalilkan masih dalam tahap pantauan dan belum dinyatakan sebagai fakta yang terbukti secara hukum. Pemerintah Daerah dan Satgas MBG berhak menyampaikan tanggapan atau penjelasan berimbang sesuai hak jawab yang dijamin peraturan perundang-undangan. Asas kehati-hatian dan praduga tak bersalah berlaku sepenuhnya.
