Suaraakademis.com.|Gunungsitoli — Semangat kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia diwujudkan dalam suasana kebersamaan dan sportivitas melalui Turnamen Domino yang digelar oleh Perusahaan Daerah (PD) Pasar Ya’ahowu, Gunungsitoli. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pasar Ya’ahowu, Jalan Lagundri, Kota Gunungsitoli, ini mendapat dukungan penuh dari Pengurus Cabang Federasi Olahraga Domino Nasional (Pengcab ORADO) Kota Gunungsitoli.(18 Agustus 2026)
Turnamen yang berlangsung penuh kegembiraan ini resmi ditutup pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, setelah seluruh rangkaian pertandingan selesai dilaksanakan. Bukan sekadar ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi yang hangat bagi masyarakat Gunungsitoli.
DOMINO: OLAHRAGA STRATEGI, DISIPLIN & PERSAUDARAAN
Ketua Pengcab ORADO Kota Gunungsitoli, Notatema Lase, mengapresiasi langkah PD Pasar Ya’ahowu yang membuka ruang publik untuk kegiatan olahraga sekaligus mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat.
“Pengcab ORADO Kota Gunungsitoli mendukung penuh kegiatan turnamen domino yang dilaksanakan oleh PD Pasar Ya’ahowu. Bagi kami, kegiatan seperti ini bukan hanya tentang pertandingan dan mencari pemenang, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun silaturahmi, persaudaraan, dan kebersamaan masyarakat,” ujar Notatema Lase.
Ia menegaskan, momentum kemerdekaan sepatutnya diisi dengan kegiatan positif yang melibatkan masyarakat secara langsung. “Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kegiatan-kegiatan positif. Turnamen domino ini menjadi salah satu bentuk kegiatan yang mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana yang sehat, sportif, dan penuh kebersamaan,” tambahnya.
Pengcab ORADO berkomitmen terus mendorong agar olahraga domino tidak hanya dikenal sebagai permainan rekreasi, tetapi berkembang sebagai olahraga yang menjunjung tinggi strategi, disiplin, sportivitas, dan persaudaraan.
PASAR YA’AHOWU: BUKAN SEKADAR TEMPAT BERDAGANG, TAPI RUANG SOSIAL MASYARAKAT
Direktur PD Pasar Ya’ahowu, Arianto Gulo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjadikan pasar sebagai ruang interaksi sosial yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Domino mengajarkan bahwa kita tidak selalu dapat memilih kartu yang kita terima, tetapi kita selalu dapat menentukan bagaimana memainkan kartu tersebut. Dalam kehidupan berbangsa, perbedaan bukan alasan untuk saling meniadakan,” ungkap Arianto dengan filosofis.
Menurutnya, pasar bukan hanya tempat transaksi ekonomi, melainkan ruang demokrasi rakyat. “BUMD tidak boleh hanya bertanya berapa keuntungan yang kita dapat, tetapi juga berapa banyak manfaat yang kita ciptakan,” tegasnya.
Ia berharap Pasar Ya’ahowu terus berkembang sebagai pusat perdagangan sekaligus identitas sosial masyarakat Nias. “Modernisasi pasar harus berjalan tanpa kehilangan karakter lokal. Teknologi dan tata kelola yang lebih baik harus membuat identitas dan potensi ekonomi masyarakat semakin bernilai,” ujarnya.
NILAI SPORTIVITAS DAN KEBERSAMAAN JADI PRIORITAS
Sekretaris Pengcab ORADO Kota Gunungsitoli, Notatema Ziliwu, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa olahraga domino mengandung nilai-nilai luhur yang lebih dari sekadar kemenangan.
“ORADO tidak hanya berbicara mengenai pertandingan dan prestasi. Ada nilai sportivitas, disiplin, persaudaraan, dan penghormatan terhadap lawan. Nilai-nilai itu penting dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Notatema Ziliwu.
Sementara itu, Jhon Zandrota selaku tim pelaksana kegiatan menyampaikan keberhasilan turnamen berkat sinergi antara PD Pasar Ya’ahowu dan Pengcab ORADO. “Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat dapat berkumpul, bersilaturahmi, dan menikmati suasana kemerdekaan melalui kegiatan yang positif,” ujarnya.
Dari sisi peserta, Markus K. Hulu mewakili peserta menyampaikan apresiasinya. “Bagi kami, yang penting bukan hanya siapa yang menang. Kami bisa berkumpul, saling mengenal, dan merayakan kemerdekaan bersama. Itu juga kemenangan,” katanya tulus.
SINERGI DIPERTAHANKAN UNTUK MASA DEPAN
Kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para peserta terbaik. Sinergi antara PD Pasar Ya’ahowu dan Pengcab ORADO Kota Gunungsitoli ini diharapkan menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan — menghadirkan kegiatan olahraga yang dekat dengan rakyat, membangun persaudaraan, dan menjadikan domino sebagai olahraga yang semakin bermartabat di bumi Nias.(Redaksi)