Tokoh Pemuda Katolik Hadir Meski Berbeda Denominasi: Wujud Persaudaraan Sejati Demi Kemajuan Gereja
Suaraakademis.com.|Kabupaten Mamasa – Kehadiran tokoh pemuda Katolik, Salmon Soppang Manglo, dalam Sidang Sinode Gereja Toraja Mamasa (GTM) menjadi bukti nyata persatuan yang melampaui sekat perbedaan. Ia hadir memberikan dukungan moral sekaligus mendoakan proses pemilihan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS-GTM) yang sedang berlangsung.
Bagi Salmon, membangun gereja bukanlah urusan satu kelompok saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh umat Kristiani.
APRESIASI SOSOK PEMIMPIN YANG MERAJUT PERSATUAN
Salmon juga berkesempatan berdialog dengan salah satu kandidat Ketua BPMS-GTM, Pdt. Deppatola Pawa. Ia menilai kemampuan menjalin komunikasi dan jaringan luas adalah modal utama yang sangat dibutuhkan untuk membawa GTM semakin maju dan bermanfaat bagi masyarakat.
PELAYANAN ADALAH PANGGILAN, BUKAN AJANG KEPENTINGAN
Menurut Salmon, pemimpin yang dibutuhkan bukanlah mereka yang mengejar nama atau jabatan, melainkan sosok yang tulus melayani jemaat.
“Pemimpin harus mampu menata administrasi dan keuangan dengan baik, sekaligus memperkokoh kehidupan rohani. Menjadi pengurus adalah panggilan melayani Tuhan dan umat, bukan mencari keuntungan pribadi,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh kandidat menerima hasil pemilihan dengan hati lapang. “Jika terpilih, itu amanah Tuhan. Jika belum, itu pun rencana-Nya yang terbaik. Semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan saat menghadap-Nya kelak,” tambahnya.
Kehadiran dan pandangan Salmon diharapkan menjadi teladan: persatuan umat adalah kunci untuk mewujudkan Gereja Toraja Mamasa yang semakin berintegritas, kuat, dan menjadi berkat bagi semua.(Ayu)
