Suaraakademis.com.|Banda Aceh – Menyambut momentum peringatan 4 Desember 2026, Koalisi NGO HAM Aceh menyerukan pesan damai kepada seluruh elemen masyarakat. Mari sampaikan perbedaan dengan bijak, lewat dialog yang santun bukan dengan narasi atau simbol yang memicu ketegangan. Perdamaian yang telah terjaga tidak boleh retak karena sikap yang kurang hati-hati.
Sampaikan Aspirasi, Tapi Tetap Hormati Persaudaraan
Direktur Eksekutif Koalisi NGO HAM, Khairil Arista, menyampaikan imbauan penting:
“Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menjaga ketertiban dan menyampaikan perbedaan pandangan melalui cara-cara yang damai dan bermartabat.”
Ia meminta masyarakat menghindari kegiatan, deklarasi, simbol, maupun narasi yang dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu ketertiban umum. Perbedaan pandangan tetap dapat disampaikan namun ruang dialog adalah jalan terbaik, bukan provokasi.
Jangan Buka Kembali Luka Konflik
Pesan paling mendalam disampaikan Khairil:
“Kita tidak ingin perbedaan yang ada justru membuka kembali luka masa lalu. Mari bersama-sama menjaga Aceh tetap damai, bersatu, dan kondusif.”
Momentum 4 Desember seharusnya menjadi sarana memperkuat persatuan, bukan memunculkan kembali ketegangan yang memecah belah.
“Yang terpenting adalah menjaga persaudaraan, menghormati hukum, dan mempertahankan perdamaian yang sudah terbina di Aceh,” tegasnya.
Momentum untuk Bersatu, Bukan Berpisah
Koalisi NGO HAM mengajak seluruh masyarakat Aceh: jadikan momen ini sebagai kesempatan memperkuat persatuan dan membangun masa depan yang lebih baik bersama. Perbedaan adalah hal yang wajar yang membedakan kita adalah cara kita menyikapinya.
“Satu Aceh, Damai, dan Bersatu itu warisan paling berharga yang harus kita jaga bersama.”
Tim Redaksi
Sumber: Pernyataan Resmi Koalisi NGO HAM Aceh
Dipublikasikan: 20 September 2026