Suaraakademis.com.|Pekanbaru – Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Riau yang digelar di Aula Kantor KONI Riau, Senin (15/9), resmi menutup rangkaian pemilihan kepemimpinan periode 2026‑2030. H. Dastrayani Bibra terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengprov MI Riau baru, didukung penuh oleh seluruh Pengkab/Pengkot se‑Provinsi Riau.
Forum tertinggi ini dibuka secara resmi mewakili Ketua Umum PBMI oleh Wakil Ketua Umum PBMI, Fachrul Razi, turut dihadiri Ketua KONI Riau Iskandar Hoesin, para ketua pengurus kabupaten/kota, perwakilan atlet, dan pemangku kepentingan olahraga di wilayah tersebut. Tema yang diusung: “Menjemput tuah yang hilang, menyatukan tekad tabarru’ demi mengembalikan marwah dan kejayaan prestasi muaythai Riau.”
Dalam arahannya, Fachrul Razi menekankan pentingnya penyegaran organisasi sebagai langkah strategis memperbaiki performa. Ia menyoroti penurunan prestasi yang terjadi pada PON Aceh‑Sumut 2024 dibanding capaian di PON Papua 2021.
“Penyegaran ini harus terasa dampaknya bagi atlet. Pengprov wajib membenahi tata kelola dan membangun pembinaan jangka panjang, sehingga lahir atlet yang kuat di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Fachrul Razi, mantan Senator dua periode 2014‑2024.
Sementara itu, Ketua KONI Riau Iskandar Hoesin menyampaikan tiga arahan utama bagi kepengurusan baru: pastikan tertib organisasi dan administrasi sesuai AD/ART, targetkan Muaythai Riau menjadi lumbung medali di PON 2028, serta jalin kerja sama kuat dengan Dispora, akademisi, dan dunia usaha.
Proses pelantikan berjalan khidmat dan tertib, ditutup dengan sesi foto bersama jajaran Pengprov baru, pimpinan PBMI, KONI Riau, serta para delegasi se‑Riau. Kepemimpinan Dastrayani Bibra kini menjadi harapan baru untuk mengangkat kembali nama Muaythai Riau di panggung olahraga nasional maupun dunia.
(Tim Redaksi)
