Berbulan-bulan kasus belum terang, 53 saksi sudah diperiksa; masyarakat turun tangan, nyalakan lilin sebagai tuntutan kebenaran dan kepastian hukum
Oleh: Nico Septian Butar Butar, S.I.Kom
Suaraakademis.com.|Medan – Kematian Aknis Jance Zebua hingga kini masih menyimpan teka-teki besar di hadapan publik. Berbulan-bulan waktu berlalu, lebih dari 50 orang saksi sudah dimintai keterangan — bahkan tercatat sebanyak 53 orang dari satu desa saja — namun kepastian hukum yang dinanti keluarga dan masyarakat belum juga terlihat jelas.
Kondisi ini memicu kekhawatiran sekaligus pertanyaan mendasar: ke mana arah proses penyelidikan? Mengapa kebenaran begitu lambat terungkap?
Nico Septian Butar Butar menegaskan, perjuangan mencari keadilan bagi Aknis bukan hanya urusan keluarga semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga yang masih memiliki nurani.
“Aknis Jance Zebua adalah saudara kita, anak bangsa yang berhak mendapatkan keadilan penuh. Apakah kita harus diam saja ketika nyawa seseorang menjadi pertanyaan dan hukum berjalan lambat? Jangan biarkan ia terlupakan begitu saja,” tegasnya.
Lamaanya proses penyelidikan pun menimbulkan keraguan publik terhadap efektivitas penanganan kasus. Jika puluhan saksi sudah diperiksa, maka masyarakat berhak mendapatkan informasi yang terbuka: sejauh mana perkembangannya? Apa temuan sejauh ini? Kapan kejelasan akan didapatkan?
“Kita tidak ingin kepercayaan terhadap penegakan hukum memudar. Negara harus hadir, bekerja secara profesional, dan tidak berhenti hanya sampai memeriksa saksi. Keadilan harus benar-benar ditegakkan, tidak berhenti di tengah jalan,” ujar Nico.
Sebagai bentuk solidaritas dan tekanan moral yang damai, masyarakat menggelar Aksi 1000 Lilin untuk Aknis Jance Zebua. Kegiatan ini mengajak semua elemen — pemuda, mahasiswa, tokoh agama, tokoh adat, hingga warga biasa — untuk bersatu tanpa memandang suku, agama, atau golongan.
“Menyalakan lilin ini adalah simbol harapan: agar kegelapan ketidakpastian terpecah, kebenaran terungkap, dan keadilan tidak padam. Ini pesan kita kepada aparat penegak hukum: kasus ini masih diawasi, masih diperhatikan, dan kami tidak akan berhenti menuntut kejelasannya,” jelasnya.
Aksi ini juga menjadi pengingat bahwa ketika jalur hukum terasa lambat, suara masyarakat tetap menjadi pengawas yang tidak bisa diabaikan.
“Jangan biarkan perjuangan keluarga Aknis berjalan sendirian. Keadilan untuk Aknis Jance Zebua adalah keadilan untuk kita semua. Jika satu orang tidak mendapatkan keadilan, maka keadilan bagi seluruh warga pun menjadi dipertanyakan,” tambahnya.
Jadwal Kegiatan:
Aksi 1000 Lilin untuk Aknis Jance Zebua Lokasi: Bundaran SIB, Kota Medan
Hari: Sabtu
Waktu: Pukul 19.00 WIB hingga selesai
“Jangan biarkan lilin keadilan padam sebelum kebenaran terungkap.”
