Suaraakademis.com.|Kabupaten Mamasa — Bagi masyarakat prasejahtera, akses permodalan yang aman dan pendampingan usaha yang tepat adalah kunci untuk keluar dari keterbatasan ekonomi. Banyak pengusaha ultra mikro, khususnya perempuan, memiliki semangat dan tekad yang kuat untuk maju, namun sering terhalang keterbatasan modal, pengetahuan pengelolaan usaha, serta akses ke layanan keuangan formal. Di tengah tantangan tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui Cabang Makassar terus memperluas jangkauan dan memperkuat pendampingan, tak hanya demi pertumbuhan usaha, tetapi juga demi perbaikan kesejahteraan keluarga dan dampak sosial yang lebih luas.(30 Juni 2026 )
Dari Warung Sederhana Menuju Peluang Baru
Salah satu kisah nyata hadir dari Ibu Lederika, nasabah PNM Mekaar Unit Mambi yang bergabung sejak Februari 2018. Sebelum mendapatkan dukungan pembiayaan, ia mengelola warung sembako kecil dengan persediaan yang sangat terbatas.
“Dulu, kehidupan keluarga saya sangat sederhana. Warung saya hanya berisi sedikit barang karena modal terbatas. Saya sering sedih ketika ada pelanggan datang mencari kebutuhan pokok, namun saya harus mengatakan barangnya belum tersedia,” kenang Ibu Lederika.
Setelah mendapatkan akses modal secara bertahap hingga mencapai Rp11.500.000, perlahan namun pasti warungnya semakin lengkap. Ia pun mulai menambah layanan transaksi digital, mulai dari pembelian pulsa, paket data, token listrik, pembayaran tagihan, hingga pengisian saldo dompet elektronik.
Manfaat ini juga dirasakan anaknya yang duduk di kelas 5 SD, yang kini mendapatkan dukungan beasiswa dari PNM. Bagi Ibu Lederika, keberhasilan bukan hanya soal omzet yang bertambah, melainkan harapan yang terjaga bagi masa depan anaknya.
“PNM tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga memberikan harapan. PNM membantu saya bangkit, mengembangkan usaha, memperbaiki ekonomi keluarga, dan memberi harapan yang lebih cerah bagi pendidikan anak saya,” ujarnya dengan penuh syukur.
Kisah serupa dialami Ibu Kristina Imelda, nasabah sekaligus Ketua Kelompok Mekaar Rante Koppe di Mamasa yang bergabung sejak 2017. Berawal dari hanya menjual nasi kuning, kini usahanya berkembang menyajikan berbagai menu siap saji seperti ayam geprek, nasi campur, ikan goreng, dan beragam lauk lainnya.
Inklusif Hingga ke Pelosok, Tak Hanya Soal Uang
Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugerah, menjelaskan bahwa kehadiran program Mekaar bertujuan menghadirkan layanan keuangan yang adil bagi semua lapisan masyarakat.
“Fokus kami adalah memastikan masyarakat yang membutuhkan akses modal, termasuk di daerah yang belum terjangkau layanan formal, dapat merasakan manfaat kehadiran PNM. Kami berharap program ini dapat membantu perekonomian usahanya semakin meningkat,” tegas Yazdi.
Selain pembiayaan, nasabah juga dibekali pelatihan praktis: mulai dari kepemimpinan, budaya menabung, desain kemasan, pemasaran daring maupun luring, perhitungan harga pokok dan gizi, hingga pencatatan keuangan sederhana.
Saat ini PNM Makassar telah mengelola 116 Unit Mekaar dan 16 Unit ULaMM yang tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, hingga Papua, sebagai bukti komitmen mendampingi perempuan ultra mikro tumbuh berdaya bersama keluarga.(Ayu)
