Suarakademis.com.|Kabupaten mamasa, Sulawesi Barat – Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Teknik Informatika dan Sistem Informasi (GMTSI), Rendi, mendesak Polda Sulawesi Barat segera mengusut tuntas proyek pembangunan Jalan Poros Uhailano–Ralleana di Kabupaten Mamasa yang diduga mangkrak meski telah menggunakan anggaran negara senilai sekitar Rp6,3 miliar.
Proyek dengan nomor kontrak 050/04/KONTRAK-KPA/DAK-BM/DPUPR/M/III/2023 ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2023. Namun, hingga pertengahan 2026, pekerjaan belum rampung dan tidak ada kejelasan resmi mengenai penyebab terhentinya pembangunan.
“Anggaran sebesar itu adalah uang rakyat. Tidak boleh dibiarkan mangkrak tanpa pertanggungjawaban. Kami minta Polda Sulbar turun tangan periksa secara menyeluruh mulai dari proses lelang, pelaksanaan, hingga pengawasan,” tegas Rendi.
GMTSI meminta seluruh pihak yang terlibat, mulai dari perencana, pelaksana, hingga pengawas proyek dimintai keterangan. Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan dana, mark-up harga, atau pelanggaran prosedur, penegakan hukum harus dijalankan tanpa pandang bulu.
Rendi juga memberikan ultimatum: jika dalam waktu dekat tidak ada langkah pemeriksaan yang nyata, GMTSI bersama elemen mahasiswa dan masyarakat akan menggelar aksi demonstrasi besar di depan kantor Polda Sulawesi Barat.
“Pembangunan infrastruktur harus memberi manfaat, bukan sekadar menguras kas negara. Kami tidak akan diam jika ada pihak yang bermain-main dengan uang rakyat,” pungkasnya.(Ayu)
