Bukan Sekadar Kunjungan, Langkah Ini Beri Harapan Baru: Nias Bukan Lagi Anak Tiri Pembangunan
Medan – Tokoh Masyarakat dan Aktivis Apresiasi Komitmen Hadir Langsung di Tengah Rakyat
Suaraakademis.com.|Medan — Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mencatat sejarah baru: menjadi gubernur pertama yang berkantor dan menjalankan roda pemerintahan secara langsung di wilayah Kepulauan Nias. Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata kepedulian dan keberpihakan kepada masyarakat yang selama ini mendambakan perhatian setara dari pemerintah provinsi.
Langkah strategis ini mendapat apresiasi tinggi dari Paulus PG SH MH CMd Cvapol CNeg CPC, Advokat sekaligus Presiden Forum Advokasi dan Pengawasan Masyarakat (FAPM) serta Ketua Pemuda Demokrat Indonesia DPD Sumatera Utara.
“Bobby Nasution menjadi gubernur pertama yang berkantor langsung di Kepulauan Nias. Ini bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi sebuah bentuk kepedulian dan keberpihakan kepada masyarakat yang selama ini mendambakan perhatian lebih,” ujar Paulus PG.
HADIR MENDENGAR LANGSUNG, BUKAN DARI BALIK MEJA
Selama berkantor di sana, Gubernur Bobby Nasution tidak hanya membahas persoalan ekonomi, kesehatan, dan infrastruktur, tetapi juga membuka ruang luas bagi masyarakat menyampaikan keluhan hukum dan pelayanan publik. Sikap terbuka ini dinilai membangun kepercayaan publik yang selama ini terabaikan.
“Yang paling dirasakan masyarakat adalah kehadiran pemimpin yang mau mendengar secara langsung. Ini menunjukkan pemerintah hadir di tengah rakyat, bukan hanya dari balik meja birokrasi,” tegas Paulus.
Kehadiran ini membawa pesan kuat: Kepulauan Nias bukan lagi dipandang sebagai wilayah pinggiran atau “anak tiri”, melainkan bagian penting yang layak mendapat perhatian setara.
“Kehadiran Gubernur Bobby Nasution memberikan harapan nyata. Semangat pemerataan pembangunan harus terus diwujudkan demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
HARAPAN AGAR MENJADI KEBUJAKAN NYATA
FAPM dan Pemuda Demokrat Indonesia berharap kehadiran ini tidak berhenti pada momen kunjungan saja, melainkan segera ditindaklanjuti menjadi program konkret:
– Percepatan pembangunan infrastruktur;
– Peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan;
– Pemberdayaan ekonomi masyarakat;
– Penegakan hukum yang berkeadilan.
“Harapan masyarakat Nias semakin besar. Kami minta seluruh aspirasi yang disampaikan segera menjadi program nyata yang dirasakan manfaatnya,” tutup Paulus.
Catatan Redaksi: Berita disusun berdasarkan keterangan narasumber dan fakta peristiwa.
