Suaraakademis.com.|Kutai Timur, Kalimantan Timur – Semangat bertani di lahan bekas tambang terus berbuah hasil. Kelompok tani binaan PT Indominco Mandiri di Desa Danau Redan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, resmi menyelesaikan panen jagung pada Jumat (18/9/2026). Dari lahan seluas sekitar 2 hektare, total jagung yang berhasil dikumpulkan mencapai 430 kilogram. Meski begitu, serangan hama dan musim kemarau panjang menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan.
Hasil Panen: 430 Kilogram dari 2 Hektare
Proses pemilihan, penjemuran, hingga penimbangan dilakukan secara terbuka bersama personel Polsek Teluk Pandan dan para petani. Kapolsek Teluk Pandan, IPDA Apriliando Saputra, melaporkan hasil penimbangan:
“Proses pemipilan dan penjemuran jagung hasil panen telah selesai. Dari hasil penimbangan, total jagung yang terkumpul sebanyak 430 kilogram terbagi menjadi delapan karung masing-masing 50 kg, dan satu karung seberat 30 kg.”
Hadir in kegiatan tersebut juga Ps. Kanit Binmas Polsek Teluk Pandan Aipda Wahyudi Prasetyo, Ketua Poktan Turatea Jaya Dg Nindra, serta para anggota kelompok tani.
Masih Dijemur, Harus Penuhi Standar Bulog
Jagung hasil panen belum langsung diserahkan. Proses pengeringan masih berlangsung hingga kadar air mencapai di bawah 14 persen syarat mutlak agar layak diserahkan ke Bulog. Selain itu, sampel sebanyak 2 kilogram dikirim ke BPS Kutai Timur untuk pendataan dan pemeriksaan kualitas lebih lanjut.
Belum Maksimal: Hama & Kemarau Jadi Musuh Utama
Di balik semangat panen, ada tantangan berat yang dihadapi petani:
“Hasil panen kali ini belum maksimal. Tanaman mengalami serangan hama, terutama babi hutan dan monyet. Belum lagi musim kemarau panjang yang membuat tanah kering dan pertumbuhan tanaman tidak optimal,” ungkap salah satu petani.
Kondisi ini menjadi evaluasi penting: bagaimana melindungi tanaman dari hama dan menyiasati keterbatasan air di lahan bekas tambang agar ke depannya hasil bisa jauh lebih melimpah.
Pendampingan Tetap Berlanjut
Kapolsek Teluk Pandan menegaskan bahwa dukungan terhadap program pertanian di lahan eks tambang tidak berhenti di hari panen:
“Kami terus mendampingi dan memantau kegiatan pertanian masyarakat. Apa yang dipelajari hari ini termasuk kendala hama dan kekeringan akan menjadi masukan berharga agar musim tanam berikutnya lebih siap dan hasilnya lebih melimpah.”
“Mengolah lahan bekas tambang bukan hal mudah. Tapi kalau kita tekun dan saling bantu, lahan yang dulunya tandus bisa berubah menjadi ladang harapan bagi masyarakat.”
Samsul Daeng Pasomba (PPWI)
Sumber: Liputan Langsung Polsek Teluk Pandan
Dipublikasikan: 19 September 2026