Suaraakademis.com | kabupaten Mamasa — Pemberitaan Viral Yang berjudul “Usai Dihubungi, Kadis Pertanian Minta Ubah Berita, Diduga Tawarkan Uang Rp200 Ribu untuk Bungkam Wartawan” menuai sorotan tajam dan komentar pedas di media sosial serta grup wa. Dugaan penyuapan yang diduga dilakukan Kepala Dinas Pertanian Eva Yuslianti memicu kemarahan luas, termasuk dari kalangan aktivis dan LSM.
Ketua DPC LSM Gerak Kabupaten Mamasa, Andi Waris Tala atau akrab disapa AWT, menyatakan kemarahannya. Ia menilai tindakan menyodorkan uang Rp200 ribu untuk membungkam wartawan bukan sekadar pelanggaran, melainkan penghinaan terhadap profesi jurnalistik dan bentuk intimidasi yang tidak dapat dibenarkan.
“Ini penghinaan besar. Mengukur kebenaran berita hanya dengan uang Rp200 ribu? Bupati harus tegas menanggapi masalah ini, jangan biarkan oknum berbuat semena-mena. Ini bukan soal jumlah, tapi soal etika jabatan dan hukum,” tegas Andi, Selasa (30/6/2026).
Ia mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan menyelidiki dugaan penyogokan tersebut sekaligus menelusuri indikasi penyelundupan pupuk subsidi yang diduga telah berlangsung lama di wilayah Mamasa.
“Kami dengar kuota pupuk banyak yang dibawa keluar daerah. Jika dugaan suap terbukti, itu hanya puncak gunung es. Harus dibongkar sampai akar-akarnya,” tambahnya.
Netizen dan warga juga ramai mengkritik, mempertanyakan bagaimana pejabat justru menyuap alih-alih menjelaskan data dan bukti secara transparan. Masyarakat berharap Bupati segera melakukan evaluasi kinerja serta APH memeriksa secara menyeluruh dugaan suap, pemalsuan dokumen, dan penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi.(Ayu)
