Suaraakademis.com.|Jakarta –
Di saat rakyat sedang merana, harga kebutuhan pokok melambung, petani menjerit karena cuaca ekstrem dan kesulitan air, pengangguran membengkak bahkan sarjana sekalipun susah mencari kerja dan justru bermunculan permintaan kenaikan anggaran dari berbagai kementerian dan lembaga tinggi negara. fakta ini membuat pakar hukum internasional sekaligus ekonom, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., sangat prihatin sekaligus mempertanyakan kewarasan para pemimpin lembaga tersebut.
“Rakyat sedang galau di berbagai lapisan menanti perhatian pemerintah. keberpihakan kepada rakyat bagaikan mimpi di siang bolong. aneh bin ajaib, di situasi rakyat yang makin susah, malah berbagai kementerian dan lembaga minta tambahan anggaran. mestinya presiden dan seluruh jajaran negara berupaya menurunkan harga sembako, menjamin ketersediaan pangan, membuka lapangan kerja. bukan justru membebani negara dengan permintaan anggaran yang berlebihan,” tegas Prof. Sutan Nasomal saat memberikan keterangan kepada sejumlah pemimpin redaksi media, di kantor Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Cijantung, Jakarta, Sabtu (6/9/2026).
DAFTAR PERMINTAAN TAMBAHAN ANGGARAN JUGA MENCAPAI RATUSAN TRILIUN RUPIAH!
Berikut daftar permintaan tambahan anggaran yang disampaikan berbagai lembaga dan kementerian, yang dinilai sangat ironis di tengah kondisi ekonomi rakyat yang memburuk:
– Kemendikdasmen: pagu Rp61,10 triliun → usulan tambahan Rp157,76 triliun
– Mahkamah Agung: pagu Rp19,34 triliun → usulan tambahan Rp7,9 triliun
– Komisi Yudisial: pagu Rp201,09 miliar → usulan tambahan Rp31,3 miliar
– KPU: pagu Rp4,68 triliun → usulan tambahan Rp78,3 miliar
– KPK: pagu Rp1,4 triliun → usulan tambahan Rp774,3 miliar
– BNN: pagu Rp1,4 triliun → usulan tambahan Rp5,05 triliun
– Komnas HAM: pagu Rp94,23 miliar → usulan tambahan Rp99,3 miliar
– Komnas Perempuan: pagu Rp39,30 miliar → usulan tambahan Rp14,9 miliar
– Kementerian Hukum: pagu Rp3,4 triliun → usulan tambahan Rp837,18 miliar
– Kementerian Kehutanan: pagu Rp8,69 triliun → usulan tambahan Rp4,68 triliun
– Basarnas: pagu Rp1,56 triliun → usulan tambahan Rp2,16 triliun
– BMKG: pagu Rp2,52 triliun → kebutuhan Rp4,64 triliun, backlog Rp2,12 triliun
Dan dipastikan masih akan menyusul permintaan tambahan anggaran dari lembaga lainnya.
“APAKAH MEREKA SEMUA WARAS?!” TAMBAH ANGGARAN DAN TAMBAH HUTANG & BEBAN RAKYAT!
Prof. Sutan Nasomal menyayangkan pola pikir para pemimpin lembaga negara yang justru meminta tambahan anggaran di saat rakyat semakin miskin. “tidak bisa disangkal, tambahan anggaran ini pada akhirnya hanya akan menambah utang negara, atau justru diambil dari kantong masyarakat melalui berbagai kebijakan baru yang membebani. padahal harapan rakyat, para pemimpin justru hadir untuk membebaskan kemiskinan, bukan menciptakan proyek baru yang justru memiskinkan rakyat,” tegasnya.
“Semua kebutuhan hidup makin mahal, dan tidak ada satu pun lembaga atau kementerian yang mampu mengambil kebijakan yang menolong rakyat. lalu saya ingin bertanya: apakah mereka semua waras?” tandasnya dengan nada tegas.
DESAK PRESIDEN STOP TAMBAHAN ANGGARAN DANA ALIHKAN KE PERTANIAN, IRIGASI & LAPANGAN KERJA!
Prof. Sutan Nasomal meminta Presiden Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto untuk menolak seluruh permintaan tambahan anggaran tersebut. “lebih baik dana itu dialihkan untuk pelatihan tenaga kerja, proyek pengairan pertanian, perkebunan, dan sektor produktif yang langsung menyentuh kesejahteraan rakyat. rakyat butuh makan, butuh kerja, butuh harga sembako murah. bukan tambahan anggaran untuk lembaga yang tidak terasa dampaknya bagi rakyat kecil,” ujarnya.
Ia juga memperingatkan, jika pola ini terus dibiarkan, nasib negara 10 tahun ke depan sangat mengkhawatirkan. “berpendidikan sarjana saja susah cari kerja, apalagi tamatan SMA, SMK, hingga SD. bagaimana nasib negara ini jika lapangan kerja tidak diciptakan, sementara biaya hidup terus naik? jangan sampai negara ini kehilangan arah dan semakin tertinggal,” peringatannya.
“Apa perlu para pejabat yang wanprestasi ini dipecat oleh rakyat? kinerja tidak terasa, tapi tangan selalu terbuka lebar minta tambahan anggaran. ini bukan pelayanan negara, ini beban bagi negara,” pungkas Prof. Sutan Nasomal.
Narasumber:
Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), Ketua Umum YPLBH, Rektor Universitas Pronass.