Suaraakademis.com.|Jakarta — Ancaman narkoba dan judi online kian menggerogoti bangsa, memicu peringatan keras dari pakar hukum internasional sekaligus Presiden Partai Oposisi Merdeka, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H. Ia menyerukan hukuman mati tanpa kompromi bagi para pengedar narkoba, termasuk warga negara asing yang menjadikan Indonesia pasar gelap, serta oknum aparat yang terbukti melindungi jaringan tersebut. Kapolda yang gagal memberantas narkoba di wilayahnya pun diminta mundur.
Indonesia dijadikan pasar narkoba asing wn malaysia diduga jadi pemasok utama, oknum aparat dituding jadi perisai!
Prof. Sutan Nasomal menegaskan situasi saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Indonesia kini secara terbuka dijadikan pasar utama narkoba dari luar negeri, salah satunya diduga kuat berasal dari warga negara Malaysia. Hal ini menunjukkan kelemahan besar di lapisan pengamanan, yang diperparah oknum aparat yang mudah disuap.
“Menjajah indonesia dengan memasukkan narkoba atau memproduksinya di dalam negeri itu sama saja dengan mengumumkan perang terhadap indonesia. para pemerhati masyarakat melihat jaringan narkoba makin leluasa beroperasi karena oknum aparatnya mudah disogok,” tegasnya saat ditemui awak media, jumat (4/9/2026).
Tidak boleh ada toleransi bos narkoba, kurir, penyedia fasilitas, hingga oknum pelindung wajib dihukum mati!
Pakar hukum internasional ini menegaskan tidak boleh ada toleransi sedikit pun. Siapa pun baik warga negara asing maupun wni yang menyediakan fasilitas, tempat, maupun jaringan harus dijatuhi hukuman mati. Termasuk oknum aparat yang terbukti terlibat atau melindungi jaringan tersebut.
“Tidak boleh ada toleransi. siapa saja bos narkoba dari luar negeri beserta kurirnya, dan para oknum yang terlibat hukum mati. begitu juga wni yang menyediakan fasilitas hukum mati. ini bukan lagi soal kejahatan biasa, ini soal memusnahkan generasi bangsa,” ujarnya.
Korban narkoba terus bertambah, mulai dewasa hingga anak-anak. Dampaknya merusak jaringan otak manusia, dan pemulihannya bisa memakan waktu hingga 25 tahun lebih, bahkan banyak yang tidak tertolong lagi.
Kapolda yang tak mampu putus jaringan narkoba harus mundur!
Prof. Sutan Nasomal juga menyoroti kinerja para kepala kepolisian daerah. Jika di wilayah kerjanya narkoba masih bebas masuk dan beredar luas, maka kapolda tersebut tidak layak menjabat.
“Seharusnya para kapolda mundur dari jabatannya bila tidak mampu memutus semua jaringan narkoba di wilayah kerjanya. apa tidak malu sebagai kapolda, tetapi membiarkan narkoba mudah masuk dari luar negeri ke seluruh wilayah hukum indonesia? mundur harusnya kapolda yang wanprestasi!” tegasnya.
“kapolda yang cerdas tidak akan sayang sama peluru untuk menembak di tempat para bos narkoba, karena mereka menyerang indonesia sebagai pasar besar pemasaran narkoba,” tambahnya.
Judi online rampok triliunan rupiah tiap bulan bila tak ditindak, indonesia bisa hilang dari peta dunia!
Selain narkoba, prof. sutan nasomal juga memperingatkan bahaya judi online yang makin merajalela. tiap bulan, diperkirakan rp 3.000 triliun uang rakyat ditarik ke luar negeri melalui praktik judi daring yang tak terkendali.
“Presiden ri prabowo subianto pasti tahu semua persoalan ini — narkoba menyerang besar-besaran, dan judi online juga bebas masuk merampok uang masyarakat berjumlah triliunan rupiah. bila tidak diputus dan diperangi, maka tiap bulan bisa 3.000 triliun uang rakyat yang hilang ke luar negeri,” ujarnya.
Peringatan keras pun disampaikan di akhir pernyataannya: “bila tidak mau berperang melawan mafia narkoba dan mafia judi, maka indonesia bisa hilang dari peta dunia.”
Narasumber:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H.
Pakar hukum internasional, ekonom; presiden partai oposisi merdeka; jenderal kompi; pendiri & pengasuh ponpes ass saqwa plus; ketua umum perkumpulan advokat muda indonesia / association of young indonesian advocates; ketua yplbh profesor sutan nasomal sh mh; rektor universitas stia stih pronass; ketua umum ypp brigip.