Suaraakademis.com.|Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat – Di tengah ancaman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin mengkhawatirkan, satgas pamtas ri-malaysia yonarmed 13/nanggala/1/1 kostrad melalui pos kotis bergerak cepat dan nyata. bersama jajaran kepolisian sektor (polsek) badau, personel gabungan tni-polri turun langsung membagikan masker gratis kepada masyarakat di kecamatan badau, kabupaten kapuas hulu, provinsi kalimantan barat, pada jumat, 5 september 2026.
Aksi ini bukan sekadar pembagian barang, melainkan wujud kehadiran negara di garis perbatasan melindungi warga dari risiko gangguan pernapasan akibat polusi asap yang kian pekat. personel menyisir area perlintasan utama dan kawasan pemukiman, membagikan masker secara langsung sekaligus memberikan edukasi pentingnya pelindung diri saat beraktivitas di luar rumah.
Kepedulian di perbatasan tidak hanya jaga keamanan, tapi juga jaga kesehatan!
Dansatgas pamtas ri-malaysia yonarmed 13/nanggala, letkol arm rokib hanafi, s.sos., m.m., menegaskan bahwa pembagian masker ini adalah respons cepat untuk meminimalisasi risiko gangguan pernapasan (ispa) bagi masyarakat perbatasan.
“Selain fokus pada pemadaman api di lapangan, upaya preventif terhadap kesehatan warga juga menjadi prioritas utama satgas di garis batas negara. kami ingin memastikan warga tetap terlindungi dari risiko gangguan pernapasan,” ujar dansatgas.
Warga apresiasi sinergi tni-polri dirasakan langsung manfaatnya!
Masyarakat kecamatan badau menyambut baik dan sangat mengapresiasi perhatian serta kepedulian yang ditunjukkan oleh prajurit satgas pamtas pos kotis dan polsek badau. kehadiran aparat yang tidak hanya menjaga keamanan perbatasan, tetapi juga hadir melindungi kesehatan warga, mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi tni dan polri dapat memberikan dampak langsung yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di wilayah-wilayah perbatasan yang membutuhkan perhatian lebih.
(penulis: samsul daeng pasomba, )
(kontributor: armed 13 nanggala kostrad