Suaraakademis.com.|Kabupaten Mamuju — Nama baik Ismuliadi dicemarkan secara serampangan melalui pemberitaan yang menuduhnya melakukan pemerasan terhadap pihak Honda Balindo Mamuju sebesar Rp12 juta beserta ancaman demonstrasi. Tak tinggal diam, ia angkat bicara dan membantah keras seluruh tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai fitnah keji dan kebohongan tanpa dasar.
“Ini pembunuhan karakter yang jahat! Saya tegaskan: saya tidak pernah memeras sepeser pun, tidak pernah mengancam, bahkan tidak pernah berkomunikasi sama sekali dengan pihak Honda Balindo Mamuju!” tegas Ismuliadi dengan nada tegas dan penuh kemarahan.
Ismuliadi menilai tuduhan tersebut sengaja dibuat untuk merusak nama baiknya. Padahal, tidak pernah ada kontak maupun komunikasi antara dirinya dengan pihak yang dituduhkan sebagai korban. Narasi yang beredar dianggap rekayasa jahat untuk menggiring opini publik.
Kini, ia tidak segan-segan menempuh jalur hukum. Seluruh bukti berita dan unggahan yang beredar sedang dikumpulkan untuk dilaporkan ke aparat penegak hukum. Ismuliadi juga memperingatkan siapa pun yang menyebarkan berita bohong ini untuk bersiap berhadapan dengan sanksi pidana pencemaran nama baik dan UU ITE.
“Siapa pun yang berada di balik fitnah ini, tempat Anda adalah di hadapan hukum. Jangan main-main dengan kehormatan orang lain!” pungkasnya.(Ayu lestari silo)