Garda Terdepan Maritim Terhambat; Komandan Posal: Mobilitas Adalah Nyawa Pengawasan Wilayah
Suaraakademis.com.|Kabupaten Mukomuko, Bengkulu ,13 Agustus 2026 — Satuan garda terdepan penjaga keamanan dan ketertiban wilayah pesisir Kabupaten Mukomuko kini menghadapi kendala serius yang mengganggu kewajiban tugas negara. Armada mobil dinas yang menjadi tumpuan utama mobilitas personel Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Mukomuko diketahui rusak total dan belum mendapatkan perbaikan maupun pengganti selama lebih dari satu tahun terakhir.
Ketiadaan sarana operasional yang layak ini membuat seluruh aktivitas patroli, pemantauan laut, serta koordinasi keamanan maritim menjadi terhambat signifikan. Padahal, sebagai satuan yang bertugas mengawal garis pantai, kecepatan merespons setiap kejadian adalah kebutuhan mutlak yang tak bisa ditunda.
MOBILITAS ADALAH NYAWA TUGAS KAMI
Komandan Posal Mukomuko, Kapten Laut (P) S. Akmal, S.H., menyampaikan kekhawatiran mendalam atas kondisi ini. Selama ini, pihaknya senantiasa bersinergi menjaga keamanan, melayani masyarakat pesisir, dan mengawasi potensi gangguan di laut. Namun, tanpa dukungan sarana yang memadai, upaya maksimal personel menjadi terbatas.
“Kami siap bertugas kapan saja dan di mana saja. Namun, kendaraan operasional adalah kaki dan tangan kami. Sudah lebih dari satu tahun rusak dan belum ada kejelasan anggaran untuk perbaikan atau penggantian. Bagaimana kami bisa merespons cepat jika ada kejadian darurat di pesisir?” ungkap Kapten Akmal.
Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan instansi terkait akan mengalokasikan bantuan atau menindaklanjuti kebutuhan mendesak ini. Padahal, kelancaran tugas Posal juga berdampak langsung pada rasa aman masyarakat yang tinggal di sepanjang garis pantai Mukomuko.
PUBLIK HARAPKAN PERHATIAN NYATA, BUKAN JANJI
Kondisi ini memunculkan pertanyaan wajar di kalangan masyarakat: apakah perhatian terhadap pertahanan dan keamanan wilayah pesisir belum menjadi prioritas meskipun potensi ancaman dan peluang ekonomi maritim terus berkembang?
Masyarakat berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko dapat segera mengambil langkah nyata, bukan sekadar ucapan dukungan. Anggaran pemeliharaan atau penyediaan kendaraan pengganti adalah bentuk penghargaan terhadap pengabdian prajurit yang menjaga wilayah kita dari garis terdepan.
Hingga berita ini ditayangkan, tim redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan tanggapan resmi.
(TIM REDAKSI)