SUBULUSSALAM, SUARA AKADEMIS.COM — Pelaksanaan Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SD Negeri 2 Kampong Bakal Buah, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Aceh, terus berjalan.
Hingga saat ini, progres pekerjaan diperkirakan telah mencapai sekitar 40 persen. Sejumlah pekerjaan fisik terlihat telah memasuki tahapan lanjutan, di antaranya pemasangan keramik, plafon dan pengecatan.
Program revitalisasi tersebut merupakan bantuan pemerintah melalui Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dasmen), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dengan sumber dana APBN Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan data kegiatan, nilai bantuan yang dialokasikan untuk revitalisasi SD Negeri 2 Kampong Bakal Buah sebesar Rp802 juta. Pelaksanaan kegiatan ditangani oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari.
Kepala SD Negeri 2 Kampong Bakal Buah, Dede Kurniasih, S.Pd.SD., saat ditemui Suara Akademis.com di ruang kerjanya pada Rabu, 21 Oktober 2026, menjelaskan perkembangan pekerjaan tersebut.
Menurut Dede, pemasangan keramik saat ini telah mencapai sekitar 50 persen, pemasangan plafon sekitar 90 persen, sedangkan pengecatan baru sekitar 25 persen.
“Secara keseluruhan, progres pekerjaan diperkirakan sudah sekitar 40 persen. Untuk plafon sudah sekitar 90 persen, keramik sekitar 50 persen, sementara pengecatan masih sekitar 25 persen,” jelas Dede.
Pekerjaan Masih Berlangsung
Pantauan Suara Akademis.com di lokasi menunjukkan bahwa kegiatan revitalisasi masih berlangsung. Para pekerja masih melakukan sejumlah pekerjaan fisik pada bagian bangunan yang masuk dalam program revitalisasi.
Dede menegaskan, pelaksanaan pekerjaan tidak berjalan tanpa pengawasan. Menurutnya, kegiatan tersebut tetap berada dalam pemantauan konsultan dan pengawas yang berkaitan dengan pelaksanaan program dari Provinsi Aceh.
Ia juga menanggapi adanya pihak yang mengaku sebagai jurnalis yang melakukan konfirmasi mengenai pelaksanaan pekerjaan.
Dede menyayangkan apabila terdapat pihak yang langsung memberikan penilaian atau kesimpulan mengenai material maupun pekerjaan sebelum melakukan konfirmasi secara menyeluruh kepada pihak sekolah dan pihak teknis yang berwenang.
“Kami menghargai fungsi kontrol sosial dari teman-teman media. Namun, kalau ada yang mempertanyakan material atau pekerjaan, sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu. Karena pekerjaan ini ada juknisnya, ada RAB-nya, dan juga ada konsultan serta pengawas yang melakukan pemantauan,” ungkapnya.
Kepala Sekolah Minta Informasi Disampaikan Berimbang
Lebih lanjut, Dede berharap pemberitaan mengenai program revitalisasi sekolah dapat dilakukan secara berimbang dengan mengedepankan konfirmasi dari seluruh pihak terkait.
Menurutnya, kritik dan pengawasan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan program pemerintah. Namun, informasi yang disampaikan kepada publik hendaknya berdasarkan data dan hasil konfirmasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Sementara itu, pekerjaan revitalisasi di SD Negeri 2 Kampong Bakal Buah masih terus dilaksanakan. Progres akhir pekerjaan nantinya akan dapat dilihat setelah seluruh tahapan pembangunan dan pekerjaan sesuai program selesai dilaksanakan.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sekaligus memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi para siswa dan tenaga pendidik di SD Negeri 2 Kampong Bakal Buah.
Nawi Ginting, S.
SUARA AKADEMIS.COM