Suaraakademis.com |Kabupaten Mamasa — Dugaan penyimpangan program pupuk gratis di Kabupaten Mamasa kian mengemuka. Organisasi Sinergi Muda Mamasa mendesak Pemerintah Daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh jajaran Dinas Pertanian, mulai dari Kepala Dinas hingga staf yang bertanggung jawab atas pengelolaan bantuan tersebut.
Desakan ini muncul menyusul informasi yang beredar bahwa pupuk yang seharusnya dibagikan secara cuma-cuma kepada petani lokal justru diduga dijual dan dibawa keluar wilayah menuju Mamuju. Jika terbukti, hal ini dinilai merugikan keuangan negara sekaligus merampas hak petani yang berhak menerimanya.
Ketua Harian Organisasi Sinergi Muda Mamasa, Ryan Mewa’, menegaskan persoalan ini tidak bisa dianggap sepele.
“Ini bukan sekadar kesalahan administrasi. Jika benar dijual ke luar daerah, maka ini adalah dugaan penyimpangan yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum. Pengawasan yang lemah dan tata kelola yang buruk tidak boleh dibiarkan berlanjut,” tegasnya.
Organisasi ini menuntut empat langkah tegas:
-Evaluasi total terhadap seluruh pejabat dan staf Dinas Pertanian
-Audit menyeluruh atas penyaluran pupuk dan program bantuan pertanian
-Penyelidikan hukum segera jika ditemukan bukti pelanggaran
-Keterbukaan informasi agar publik dapat mengawal prosesnya
Ryan juga mengajak seluruh elemen masyarakat, media, dan LSM untuk tidak tinggal diam. Menurutnya, anggaran negara harus benar-benar dinikmati untuk kesejahteraan petani, bukan menjadi sumber keuntungan segelintir pihak.
“Petani tidak boleh menjadi korban kelalaian atau penyalahgunaan wewenang. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada kepastian yang jelas,” pungkasnya.(Ayu)
