Suaraakademis.com.|Jakarta –Pergantian Menteri Keuangan Republik Indonesia disambut harapan besar. Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom ternama, Prof. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menyatakan keyakinannya bahwa pemimpin baru di Kementerian Keuangan mampu membawa angin segar bahkan mengalahkan dominasi dolar selama kebijakan fiskal benar-benar berpihak pada pemerataan pembangunan di seluruh penjuru negeri.
Daerah Bukan Sekadar Penerima, Tapi Mesin Pert Growth
Prof. Sutan Nasomal yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID) menegaskan, kebijakan fiskal nasional tidak boleh lagi hanya berpusat di Jakarta.
“Daerah memiliki karakteristik, potensi, dan tantangan yang berbeda. Kebijakan fiskal harus dirancang dengan asas keadilan — bukan perlakuan yang sama rata, tapi dukungan yang proporsional sesuai kebutuhan masing-masing daerah.”
Ia menyoroti bahwa kebijakan transfer ke daerah harus mempertimbangkan luas wilayah, jumlah penduduk, kemampuan fiskal, hingga kontribusi daerah terhadap perekonomian nasional. Daerah dengan keterbatasan geografis dan infrastruktur wajib mendapat kebijakan afirmatif, bukan dibiarkan tertinggal.
Kunci: Keadilan, Transparansi & Sektor Produktif
Ada tiga hal mendesak yang diminta Prof. Sutan Nasomal segera dilakukan Menkeu Baru:
Penguatan kapasitas fiskal daerah beri ruang daerah mengembangkan potensi ekonomi lokal dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel
Koordinasi nyata pusat-daerah jangan buat kebijakan di meja Jakarta yang tak efektif di lapangan; dengarkan aspirasi daerah
Dorong sektor produktif arahkan anggaran ke infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, UMKM, dan ekonomi berbasis potensi lokal
“Daerah jangan hanya dipandang sebagai penerima kebijakan dari pusat. Daerah adalah mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika daerah tumbuh kuat, maka ekonomi nasional juga akan semakin kuat dan kita tak akan lagi mudah diguncang fluktuasi dolar,” tegasnya.
Harapan Besar untuk Menkeu Baru
Prof. Sutan Nasomal menutup dengan pesan yang tajam namun penuh harapan:
“Kita berharap Menteri Keuangan yang baru membawa harapan baru. Fiskal negara harus menjadi instrumen pemerataan, bukan sekadar instrumen pengendalian anggaran. Kebijakan keuangan negara harus mampu memperkuat hubungan fiskal pusat-daerah, sehingga pembangunan berjalan lebih adil, merata, dan manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat. Kita yakin Menkeu Baru mampu melakukannya, bahkan mengalahkan dominasi dolar, asalkan kita bersatu membangun dari akar!”
Sebuah pesan mendalam: kekuatan Indonesia tak hanya ada di pusat, tetapi tersebar di seluruh daerah. Membangun daerah berarti membangun bangsa seutuhnya.
Redaksi
Sumber: Wawancara Prof. Sutan Nasomal, S.H., M.H.
Dipublikasikan: 17 September 202