Suaraakademis.com.|Ottawa – Pemerintah Kanada secara resmi menegaskan dukungannya terhadap rencana otonomi yang diajukan Maroko sebagai dasar solusi yang dapat diterima bersama untuk menyelesaikan sengketa wilayah di Sahara. Pernyataan strategis ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Kanada pada Selasa (28/04/2026), menyusul percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Indira Anand, dengan Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita.
Kanada menekankan pentingnya isu Sahara bagi Maroko dan menegaskan komitmennya untuk bertindak sesuai dengan prinsip Piagam PBB serta Resolusi Dewan Keamanan Nomor 2797. Ottawa berkomitmen penuh untuk mendukung upaya pencapaian penyelesaian politik yang adil, langgeng, dan saling menguntungkan bagi semua pihak.
Dalam pernyataannya, Kanada menilai rencana otonomi yang ditawarkan Maroko sebagai sebuah “inisiatif serius dan kredibel”. Langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan kunjungan resmi Menteri Anand ke Maroko dalam beberapa minggu mendatang, yang diharapkan dapat memperdalam hubungan bilateral sekaligus memperkuat dialog mengenai stabilitas kawasan.
Apresiasi Pihak Indonesia
Menanggapi perkembangan diplomatik yang signifikan ini, Wilson Lalengke, Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), menyampaikan apresiasi mendalam atas sikap tegas Kanada.
“Kami di Persisma sangat gembira melihat kemajuan ini. Rencana otonomi Maroko yang diakui Kanada sebagai dasar solusi adalah langkah maju yang patut diapresiasi. Kami selalu mendukung kedua negara dalam upaya mereka mencapai perdamaian dan keadilan di kawasan Sahara,” ujar Wilson, Kamis (30/04/2026).
Petisioner HAM PBB 2025 ini menambahkan bahwa dukungan internasional yang terus bertambah menunjukkan adanya konsensus global yang semakin kuat untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama.
“Ini bukan hanya kemenangan diplomasi Maroko, tetapi juga harapan baru bagi rakyat Sahara. Persisma akan terus mendukung setiap langkah yang membawa perdamaian dan stabilitas,” tegasnya.
Momentum Penguatan Kerja Sama
Sikap Kanada ini menandai pergeseran penting dalam lanskap politik internasional. Dengan mengakui rencana otonomi Maroko sebagai dasar solusi, Kanada turut memperkuat posisi Rabat di panggung global sekaligus membuka jalan bagi kerja sama yang lebih strategis.
Kunjungan Menteri Anand ke Maroko nantinya diharapkan menjadi momentum untuk memperluas kemitraan di berbagai sektor, termasuk perdagangan, pendidikan, dan kebudayaan. Hubungan bilateral yang semakin erat diproyeksikan akan memberikan manfaat nyata, sekaligus berkontribusi pada stabilitas kawasan secara menyeluruh.
“Kami akan selalu berdiri bersama Maroko dan Kanada dalam mendukung perdamaian dan keadilan di Sahara. Semoga langkah ini menjadi awal dari penyelesaian yang membawa kesejahteraan bagi seluruh pihak,” pungkas Wilson Lalengke (PERSISMA/Red)
