Suaraakademis.com.|Kabupaten Bireuen – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Saifuddin Muhammad atau akrab disapa Yah Fud, melaksanakan Reses II Tahun 2026 di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Jumat (12/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat ini menjadi wadah dialog terbuka guna menyerap langsung berbagai kebutuhan dan harapan masyarakat.
Reses dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, imeum mukim, penyandang disabilitas, serta pengurus Partai NasDem dari tiga kecamatan, yakni Peudada, Peulimbang, dan Jeunieb. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, isu paling mendesak yang disampaikan adalah kerusakan jaringan irigasi akibat bencana banjir.
Tokoh masyarakat setempat, Abu Masrul H. Saifuddin, menyampaikan bahwa rusaknya Irigasi Aneuk Gajah Rhoet dan Daerah Irigasi Beurandang Hagu telah membuat ribuan hektare lahan pertanian kekurangan pasokan air. Kondisi ini menurunkan produktivitas sawah dan menyulitkan kehidupan para petani.
“Perbaikan irigasi sangat mendesak. Tanpa pengairan yang memadai, swasembada pangan sulit tercapai dan ekonomi masyarakat ikut tertekan,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Yah Fud menegaskan bahwa reses bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana penting agar suara rakyat masuk ke dalam perencanaan pembangunan. Seluruh aspirasi yang diterima akan diperjuangkan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di tingkat provinsi.
“Kami hadir untuk mendengar kebutuhan nyata. Apa yang disampaikan hari ini akan kami perjuangkan agar pembangunan benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat, terutama di sektor pertanian dan infrastruktur dasar,” ujarnya.
Selain perbaikan irigasi, politisi NasDem itu juga mencatat usulan pengembangan sektor perikanan, peternakan, jalan usaha tani, serta peningkatan fasilitas umum. Aspirasi yang terhimpun kini menanti tindak lanjut konkret agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke pelosok gampong.
(Iqbal / Redaksi)
