Suaraakademis.com.|Mamuju — Kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan ke Mamuju, Jumat (3/7/2026), menuai catatan kritis dari Aliansi Mahasiswa Pemuda Manakarra (AMPERA). Kunjungan ini digelar dalam rangka pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah DPW serta DPD PAN se-Sulawesi Barat di Hotel D’Maleo.
Aliansi mahasiswa menilai kesempatan kehadiran pejabat negara ini seharusnya menjadi momen berharga untuk menyerap aspirasi langsung masyarakat, khususnya terkait tantangan ketahanan pangan di wilayah Sulawesi Barat. Namun kenyataannya, upaya mereka berdialog terhambat.
“Kami sangat kecewa. Sejak pagi hingga sore kami melakukan aksi damai, namun hingga akhir tidak ada ruang yang diberikan untuk berbicara langsung dengan Menko Pangan. Aspirasi kami tidak mendapatkan respons sama sekali,” tegas Ketua AMPERA Angriawan.
Pihaknya juga menyoroti minimnya upaya jembatan dari pengurus DPW PAN maupun panitia kegiatan untuk memfasilitasi pertemuan tersebut. “Kami menyayangkan sikap pengurus daerah yang justru tidak berupaya mempertemukan kami dengan menteri yang datang ke daerah sendiri,” tambahnya.
Tak hanya itu, massa aksi juga melaporkan adanya dugaan insiden saat iring-iringan kendaraan rombongan melintas di dekat lokasi demonstrasi, yang diklaim hampir menabrak peserta aksi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak panitia maupun jajaran pengurus PAN Sulawesi Barat terkait penolakan ruang dialog maupun dugaan insiden tersebut.(Ayu)
