Suaraakademis.com.|Jakarta — 30 Agustus 2026 — Menjadi dokter yang berbakti setiap hari tak membuat dr. hj. nadya isra miranti, m.k.m berpuas diri dengan rutinitasnya. panggilan jiwa untuk turut memperkuat jati diri bangsa membawa putri minang asal batusangkar, kabupaten tanah datar ini melangkah masuk ke lembaga ketahanan nasional ri dan menyelesaikan program pemantapan nilai-nilai kebangsaan (ppnk) angkatan 73 dengan penuh semangat dan optimisme.
Tekad kuat panggilan jiwa memperkuat nilai kebangsaan!
Disela kesibukannya melayani pasien di sebuah klinik kawasan jati negara, jakarta timur, minggu (30/8/2026), dr. hj. nadya isra miranti, m.k.m menyampaikan kisah perjalanannya kepada awak media:
“Kami mengikuti kegiatan ppnk angkatan 73 lemhannas ri selama seminggu, dari 10 hingga 18 agustus 2026. kegiatan bertema ‘membangun kemandirian bangsa melalui asta cita, guna mewujudkan indonesia emas 2045’, dibuka di lemhannas ri dan ditutup secara resmi di mako brimob kepala dua, depok. pesertanya terdiri dari beragam unsur birokrat, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi profesi, tni hingga polri semua bersatu memperkuat karakter dan jati diri bangsa,” ungkapnya.
Lulusan fk universitas batam (s1 kedokteran) dan institut kesehatan helvetia medan (s2 m.k.m) ini menjelaskan alasan mendasar langkahnya:
“Alasan utama saya ikut nilai-nilai kebangsaan sangatlah penting bagi setiap warga negara. saat ini pelajaran p4 sudah tak lagi didapat di bangku sekolah, maka lemhannas adalah tempat paling tepat untuk memperdalamnya. alhamdulillah, kami berdiskusi langsung dengan narasumber berkompeten, memperoleh wawasan menyeluruh dan komprehensif.”
Dinamika kelompok & simulasi menguji kekompakan, memperluas wawasan!
Dalam program tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok di sanalah dr. nadya merasakan dinamika yang memperkaya pandangan:
“Berbeda pandangan justru menjadi kekayaan tersendiri bagi kami untuk memahami persoalan kebangsaan dari berbagai sisi. hal yang paling berkesan adalah sesi simulasi berbentuk permainan tim di momen itulah kekompakan kami benar-benar diuji dan diperkuat,” ujarnya dengan senyum bangga.
Terapkan nilai kebangsaan di dunia kesehatan melayani rakyat dengan jiwa bela negara!
Ilmu dan nilai yang didapat dari empat konsensus dasar bangsa akan langsung diterapkan dr. nadya dalam pengabdiannya sehari-hari:
“Nilai-nilai kebangsaan yang kami serap akan saya terapkan langsung di dunia kerja, khususnya dunia kesehatan yang saya geluti. setiap hari saya berhadapan dengan masyarakat yang sakit dan butuh pertolongan dengan bekal ini, saya diharapkan makin peka memilah dan memprioritaskan mana yang harus didahulukan, melayani dengan semangat kebangsaan yang tulus. jika setiap kita menanamkan nilai ini di lingkungan masing-masing, maka kemandirian bangsa dan cita indonesia emas 2045 pasti akan terwujud!” harapnya penuh keyakinan.
Dr. nadya pun menutup pernyataan dengan menyebut semboyan lemhannas ri: “tanhanna dharmma mangrva” tiada kebenaran yang mendua.
Resmi lulus dapat sertifikat & pin lemhannas ri dari gubernur!
Angkatan 73 yang bernama “nusantara adikara” ini resmi dinyatakan lulus dan memenuhi syarat. seluruh peserta menerima sertifikat yang ditandatangani gubernur lemhannas ri dr. tb. ace hasan syadzily, m.si, sekaligus menerima pin lemhannas ri yang dipasangkan secara simbolis langsung oleh gubernur lemhannas ri pada upacara penutupan.(Redaksi)