Suaraakademis.com.|Kabupaten mamasa – Pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mamasa menuai sorotan tajam dari masyarakat. Forum Masyarakat Peduli Mamasa mendesak Kejaksaan Negeri Mamasa segera membongkar dugaan penyimpangan yang diduga terjadi di sejumlah dapur penyedia layanan tersebut.
Dalam pernyataannya, Selasa (9/6/2026), forum menyampaikan indikasi kuat adanya ketidakberesan, mulai dari kualitas gizi yang tidak sesuai standar, porsi makanan yang diduga dikurangi, hingga dugaan penandaan harga bahan baku lebih tinggi dari harga pasar atau markup.
“Kami menduga ada permainan dalam pengelolaan anggaran. Jika dibiarkan, program yang seharusnya memberi manfaat bagi anak sekolah dan warga rentan justru berubah menjadi ladang mencari keuntungan pribadi segelintir orang,” tegas perwakilan forum.
Menyikapi hal tersebut, forum mengajukan tiga tuntutan tegas kepada Kejari Mamasa:
1. Melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh aspek operasional, mulai dari administrasi, pengadaan bahan baku, hingga sistem distribusi makanan.
2. Memeriksa pihak pengelola, penyedia bahan, maupun oknum yang terlibat jika ditemukan bukti kerugian keuangan negara.
3. Membuka hasil temuan kepada publik sebagai bentuk transparansi dan efek jera bagi pelaku penyimpangan.
Masyarakat menegaskan program ini dibiayai oleh uang rakyat, sehingga akuntabilitasnya harus terjamin. “Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban ketidakjujuran. Dana negara harus digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan generasi mendatang, bukan dikorupsi,” pungkasnya.
Pihak kejaksaan diharapkan bertindak cepat dan profesional agar kepercayaan publik terhadap program strategis pemerintah ini tetap terjaga.(Ayu)
