Suaraakademis.com.|Kelila, Mamberamo Tengah — Kehadiran Satgas Yonif 521/DY di wilayah penugasan tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga secara aktif berperan menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Hal ini terlihat dari dukungan nyata yang diberikan untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar tradisional di Distrik Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, pada Jumat (20/6/2026).
Pasar tradisional di Kelila merupakan pusat denyut nadi ekonomi warga setempat. Di tempat ini, masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memasarkan berbagai hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi tumpuan hidup keluarga. Menyadari peran strategis tersebut, Danpos Kelila Letda Inf Imam Akbar, S.Tr.(Han), menegaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dengan para pedagang, melancarkan proses jual beli, serta mengajak warga untuk tetap memanfaatkan pasar sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan.
“Pasar ini adalah tempat bertemunya kebutuhan dan penghidupan warga. Kami hadir untuk memastikan tempat ini aman, nyaman, dan tetap berjalan sebagaimana mestinya agar roda ekonomi tidak terhenti,” ujarnya.
Komandan Satgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., menyampaikan bahwa dukungan terhadap pasar tradisional merupakan bagian dari pendekatan pembinaan teritorial yang humanis. Di wilayah pedalaman, pasar menjadi penopang utama kehidupan ekonomi, sehingga wajib mendapatkan perhatian bersama.
“Kami ingin kehadiran Satgas membawa manfaat nyata. Bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga memberikan semangat dan kemudahan bagi masyarakat untuk mengembangkan usahanya. Pasar tradisional ini harus terus hidup dan berkembang,” tegasnya.
Selain menciptakan rasa aman, dukungan juga diberikan secara langsung. Personel Satgas rutin membeli berbagai hasil bumi yang dijual warga, seperti sayur-mayur, umbi-umbian, buah-buahan, dan hasil kebun lainnya. Langkah sederhana ini terbukti membantu meningkatkan pendapatan para pedagang lokal.
Masyarakat Distrik Kelila menyambut baik kepedulian tersebut. Kehadiran prajurit membuat warga merasa lebih tenang saat beraktivitas, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan rakyat. Para pedagang mengaku senang karena hasil bumi mereka lebih mudah terjual dan memberikan pemasukan tambahan bagi keluarga.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Satgas Yonif 521/DY yang bermoto “Prajurit Macan Kumbang Berhasil”. Melalui pendekatan kebersamaan dan gotong royong, Satgas terus mendampingi masyarakat Papua mewujudkan kehidupan yang aman, sejahtera, dan mandiri. Dukungan terhadap pasar tradisional Kelila menjadi bukti nyata bahwa TNI hadir tidak hanya sebagai pengawal, tetapi juga mitra dalam membangun kesejahteraan rakyat.
