Suaraakademis.com.|Muara Enim,, Sumatera Selatan – Kualitas air Sungai Enim yang melintasi wilayah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dikhawatirkan menurun drastis. Warga setempat melaporkan perubahan warna air menjadi keruh dalam beberapa hari terakhir, dan menduga kondisi ini disebabkan oleh limbah dari aktivitas pengolahan batu bara di sekitar aliran sungai.
Perubahan kondisi tersebut terdokumentasi dalam rekaman video yang diambil warga pada Sabtu, 12 Juni 2026. Sebelumnya, air sungai ini dikenal jernih dan menjadi tumpuan kehidupan warga yang bermukim di tepiannya.
“Kami selama ini sangat bergantung pada Sungai Enim. Airnya dipakai untuk mandi, mencuci, bahkan kebutuhan air minum, serta tempat mencari ikan. Kalau benar tercemar, bukan hanya ikan yang akan punah, tetapi kesehatan kami juga terancam,” ungkap salah seorang warga.
Warga meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim segera turun melakukan pengecekan lapangan, mengambil sampel air, dan meneliti sumber penyebab perubahan kualitas air tersebut. Mereka berharap ada tindakan nyata agar pencemaran tidak meluas dan merusak ekosistem sungai secara permanen.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak redaksi belum memperoleh tanggapan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup maupun perusahaan yang diduga menjadi sumber limbah. Proses konfirmasi masih terus dilakukan untuk menyajikan informasi yang berimbang.
Jika dibiarkan, pencemaran air sungai berisiko menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga serta memusnahkan keanekaragaman hayati yang menjadi penopang ekonomi dan kehidupan masyarakat sekitar.
(TIM/Redaksi)
