3 Jam Memikul Lewat Jalan Terjal — Aipda Hendra & Bripka Nur Alam Buktikan Polri Hadir Penuh Hati
Suaraakademis.com.|Kabupaten Mamasa — Ketika jalan tak bisa dilewati kendaraan, saat pertolongan medis belum sampai, dan nyawa berada di ujung ancaman, kehadiran aparat keamanan menjadi penentu harapan. Senin sore (10/8) sekitar pukul 17.30 WITA, dua anggota Polsek Mambi menunjukkan pengabdian yang tulus dan menyentuh hati masyarakat.
Seorang warga lanjut usia bernama Sania (85 tahun) warga Dusun Sambaho, Desa Pamoseang, tiba-tiba mengalami pingsan mendadak dan muntah-muntah. Kondisinya sangat lemah dan membutuhkan penanganan medis secepat mungkin. Namun lokasi tempat tinggalnya sangat terpencil dan tak bisa ditembus kendaraan bermotor.
Mendengar kabar itu, Aipda Hendra Sapri dan Bripka Muh. Nur Alam yang sedang bertugas segera bergerak. Bersama warga, mereka menyusun bambu dan sarung menjadi tandu darurat. Selama tiga jam penuh, mereka bergotong royong memikul dan mengantar Ibu Sania berjalan kaki menembus medan sulit menuju akses jalan yang bisa dilalui ambulans.
“Kami tidak akan membiarkan warga kami kesulitan sendirian. Tugas kami bukan sekadar menegakkan aturan, tapi juga menjadi pelindung dan pengayom saat mereka paling membutuhkan. Selama perjalanan, yang ada di pikiran kami hanya satu: menyelamatkan nyawa Ibu Sania,” ujar Aipda Hendra Sapri.
Sesampainya di lokasi yang bisa dijangkau kendaraan, pasien segera diserahkan petugas ambulans untuk dibawa ke Puskesmas Mambi guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Kapolsek Mambi, Ipda Riswandi, mengapresiasi langkah anggotanya. “Ini adalah bukti nyata kehadiran Polri yang humanis. Di wilayah yang sulit dijangkau, kehadiran kami harus lebih terasa, lebih dekat, dan lebih cepat memberikan pertolongan,” tegasnya.
Warga setempat menyambut tindakan ini dengan rasa syukur dan haru. Tindakan sederhana namun penuh pengorbanan ini menjadi bukti bahwa aparat negara benar-benar hadir, peduli, dan bersedia turun tangan demi keselamatan rakyatnya.(Ayu)