Medan – Badan Musyawarah Masyarakat Minang (BM-3) Kota Medan mendesak Wali Kota Medan untuk mencopot Lurah Paya Pasir, Sherly, setelah video ucapannya kepada seorang warga yang menyampaikan keluhan kepada Wali Kota Medan viral di media sosial.
Pengurus BM-3 Kota Medan, Dedi Suherman, menilai ucapan yang diduga bernada menyindir warga tersebut tidak mencerminkan etika seorang aparatur sipil negara yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Seorang lurah adalah pelayan masyarakat. Ketika ada warga menyampaikan aspirasi atau keluhan kepada kepala daerah, seharusnya itu dihormati, bukan justru disikapi dengan ucapan yang dapat ditafsirkan sebagai bentuk sindiran atau merendahkan masyarakat,” kata Dedi Suherman, Kamis (30/7/2026).
Menurut Dedi, peristiwa tersebut telah mencederai semangat pelayanan publik yang humanis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Karena itu, BM-3 meminta Wali Kota Medan tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan Lurah Sherly.
“Kami meminta Bapak Wali Kota Medan untuk mencopot Lurah Sherly dari jabatannya. Jabatan publik adalah amanah yang harus dijalankan dengan integritas, empati, dan penghormatan kepada masyarakat. Kepercayaan publik merupakan modal utama seorang pejabat pemerintahan,” ujarnya.
Ia menegaskan, desakan tersebut bukan didorong oleh kepentingan politik maupun sentimen pribadi, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas pelayanan publik di Kota Medan.
Dedi juga mengingatkan bahwa setiap aparatur pemerintah, khususnya pejabat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, wajib menjaga tutur kata, sikap, dan perilaku dalam menjalankan tugasnya.
“Kami berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi seluruh aparatur pemerintah agar lebih mengedepankan etika birokrasi dan menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada pemimpinnya,” tambahnya.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan Lurah Paya Pasir, Sherly, mengucapkan kalimat yang terdengar sebagai “Cie, curhat dia bah” kepada seorang warga saat menyampaikan keluhan kepada Wali Kota Medan, Rico Waas, menjadi perhatian publik. Video tersebut memicu kritik dari berbagai kalangan karena dinilai tidak mencerminkan sikap seorang pelayan masyarakat.
Menanggapi polemik tersebut, Sherly telah menyampaikan permohonan maaf. Ia menjelaskan bahwa ucapan tersebut tidak dimaksudkan untuk menghina warga dan mengaku telah mengenal baik warga yang bersangkutan. Pemerintah Kota Medan melalui Inspektorat juga telah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
BM-3 Kota Medan berharap Wali Kota Medan mengambil langkah tegas sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan penegakan disiplin aparatur sipil negara.
