Dukung Program Kemenimipas, Hasil Panen Penuhi Kebutuhan Dalam & Bantu Warga Sekitar
Suaraakademis.com.|Arga Bengkulu Utara — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Arga Makmur membuktikan bahwa pembinaan tidak hanya soal pengawasan, melainkan juga mencetak kemandirian. Lembaga ini berkomitmen penuh mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), dengan mengubah lahan di lingkungan lapas menjadi ladang produktif yang dikelola langsung oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kepala Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, menjelaskan bahwa program ini jauh lebih dari sekadar memenuhi instruksi atasan.
“Kami ingin Lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, melainkan tempat belajar keterampilan nyata. Warga binaan kami latih mulai dari cara menanam, merawat ternak, hingga memanen hasilnya. Ini bekal berharga agar mereka bisa hidup mandiri dan bermanfaat saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Yulian.
LAHAN LAPAS BERUBAH JADI PUSAT PRODUKSI
Melalui pengelolaan yang terencana, empat sektor unggulan kini berjalan dengan sangat baik:
🌱 Sektor Pertanian: Menghasilkan sayuran segar setiap hari, seperti sawi, kangkung, cabai, dan terong.
🐟 Sektor Perikanan: Mengelola budidaya ikan air tawar dengan menebar 500 ekor bibit ikan nila untuk kebutuhan protein.
🥚 Sektor Peternakan: Memelihara 60 ekor itik petelur yang terus menghasilkan telur.
🌴 Sektor Perkebunan: Merawat sekitar 27 batang pohon kelapa sawit sebagai investasi jangka panjang.
Seluruh kegiatan mulai dari pembibitan, perawatan hingga panen dikerjakan langsung oleh warga binaan di bawah bimbingan ketat petugas. Hasil panen digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan harian di dalam Lapas, dan sebagian lagi disumbangkan untuk membantu warga sekitar.
BEKAL HIDUP MANDIRI SETELAH BEBAS
Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Arga Makmur, Juni Mihandri, menyampaikan bahwa program ini memiliki dampak ganda: memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengubah nasib warga binaan.
“Kami tidak hanya memanen hasil bumi, tapi juga memanen perubahan sikap dan keterampilan. Semoga ilmu yang mereka dapatkan di sini menjadi modal utama agar mereka tidak kembali melakukan kesalahan, melainkan bisa bekerja secara halal dan mandiri,” tegas Juni.
Langkah Lapas Arga Makmur di Kabupaten Bengkulu Utara ini menjadi contoh nyata bahwa lembaga pemasyarakatan mampu berperan besar dalam membangun kemandirian warga binaan demi masa depan yang lebih baik.
(Tim Redaksi)
