Sosok Humanis dengan Visi Holistik Kolaborasi
Suaraakademis.com.|Gunungsitoli — Di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi yang kian kompleks, Universitas Nias (UNIAS) kini berada di ambang sebuah babak baru. Pemilihan Rektor yang tengah berjalan bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan penentuan arah: bagaimana membawa kampus ini melompat maju tanpa kehilangan jati diri dan kemandiriannya. Di momentum krusial ini, harapan besar tertuju pada sosok Dr. Yaredi Waruwu, S.S., M.S. — figur yang melangkah dengan ketulusan dan kedewasaan visi.
MERUNTUHKAN DINDING: PEMIMPIN YANG DEKAT DENGAN SEMUA
Saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIAS, Dr. Yaredi bukanlah orang asing di koridor kampus. Namun melampaui gelar akademiknya, ia dikenal luas karena sifat yang kian langka: kemanusiaan yang mendalam dan kerendahan hati.
Bagi mahasiswa FKIP, ia adalah ruang aman. Ia meruntuhkan sekat kaku antara pimpinan dan yang dipimpin. Setiap persoalan disambut dengan pendekatan mendengar penuh empati, memahami akar masalah secara utuh, lalu memberikan solusi yang merangkul, bukan memukul.
“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi tentang memanusiakan manusia. Setiap mahasiswa datang membawa harapan besar orang tua. Tugas kita memastikan harapan itu tidak patah di tengah jalan karena birokrasi yang kaku,” ungkapnya.
Ia juga teladan ilmuwan yang membumi: konsisten melahirkan riset dan publikasi ilmiah, namun tetap hangat dalam pergaulan nyata.
JEJARANG UNTUK KEMAJUAN, BUKAN KEPENTINGAN PRIBADI
Keunggulan lain yang jarang dimiliki kandidat lain adalah kedewasaannya membangun relasi strategis. Ia dikenal memiliki hubungan harmonis dengan tokoh masyarakat, pimpinan instansi lokal hingga regional.
Namun nilai elegan sosoknya terletak pada pemanfaatan jejaring tersebut: bukan untuk politik praktis, melainkan sebagai modal diplomasi demi kemajuan kampus. Ia menjaga independensi akademik tetap sakral, sekaligus membuka pintu selebar-lebarnya untuk kolaborasi. Ini menjamin UNIAS memiliki posisi tawar yang kuat untuk mendatangkan beasiswa, program strategis, hingga percepatan pembangunan infrastruktur kampus.
SATU TUBUH BERGERAK BERSAMA: PRINSIP HOLISTIK KOLABORASI
Prinsip utama yang ditawarkannya adalah “Holistik Kolaborasi”. Baginya, membangun kampus tak bisa mengandalkan kepintaran satu orang atau kelompok saja. Universitas adalah satu tubuh yang utuh: rektorat, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa memiliki peran yang sama pentingnya. Melalui kolaborasi, semua potensi dirajut menjadi kekuatan untuk membawa UNIAS menjadi universitas yang unggul, berdaya saing, namun tetap berhati.
Ia bukan sekadar mencalonkan diri untuk sebuah jabatan, melainkan menawarkan diri menjadi jembatan kemajuan bagi masa depan generasi muda Nias. Ketika integritas akademik, kekuatan jejaring, dan ketulusan hati menyatu, di situlah masa depan cerah Universitas Nias akan terwujud.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan pantauan kinerja dan pernyataan publik yang bersangkutan. Redaksi membuka ruang yang sama luasnya bagi seluruh kandidat untuk menyampaikan visi dan misi demi keberimbangan informasi.
