Suaraakademis.com.|Gunungsitoli , kabupaten Mamasa — Dugaan intimidasi dan penyuapan terhadap jurnalis kembali menodai dunia pers di Sulawesi Barat. Pimpinan Redaksi SuaraAkademis.com, Afdika Permata Lase, bersama tim hukum mengonfirmasi akan segera melaporkan Kepala Dinas Pertanian Mamasa, Eva Yuslianti, ke aparat kepolisian. Tindakan ini menyusul dugaan ancaman sekaligus tawaran uang sebesar Rp200.000 kepada Kepala Perwakilan Sulawesi Barat media ini, Ayu Lestari Silo, untuk mengubah narasi berita dan menghentikan pemberitaan terkait dugaan penyelewengan pupuk subsidi.
Bukti Rekaman & Dokumentasi Terkumpul, Siap Langkah Hukum
Peristiwa bermula setelah SuaraAkademis.com memuat berita mengenai dugaan penyelundupan pupuk subsidi ke luar daerah dan dugaan pemalsuan surat kuasa. Kemudian Ayu Lestari Silo berkomunikasi langsung dengan Kepala Dinas Pertanian Mamasa.
Berdasarkan bukti rekaman suara, dokumentasi foto, dan keterangan yang diperoleh, Eva Yuslianti diduga menyodorkan uang Rp200.000 dengan syarat wartawan bersedia mengubah isi berita yang telah dimuat.
Pimpinan Redaksi Afdika Permata Lase menegaskan telah mengumpulkan seluruh bukti sah dan berkoordinasi dengan tim hukum:
“Kami tidak akan diam. Segera kami laporkan ke kepolisian dengan dasar Pasal 18 Ayat (1) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pelanggaran ini diancam maksimal 2 tahun penjara dan/atau denda hingga Rp500 juta. Dalam waktu dekat ini, saya sendiri akan hadir ke Kabupaten Mamasa untuk mendampingi rekan Ayu Lestari Silo guna menuntut kepastian hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Afdika di Gunungsitoli, Minggu (5/7/2026).
Rp200 Ribu Adalah Penghinaan Terhadap Profesi & Kebenaran
Tindakan ini menuai kritik pedas luas dari netizen di media sosial maupun elemen masyarakat. Afdika yang juga dikenal sebagai aktivis pembela keadilan menyatakan kemarahan mendalam:
“Menyodorkan uang hanya Rp200 ribu untuk membungkam kebenaran bukan sekadar suap, melainkan penghinaan besar bagi profesi jurnalis dan martabat pers. Ini bukti nyata upaya menutupi kesalahan dan pelanggaran aturan,” ujarnya.
Ia menyoroti aturan ketat yang melarang pejabat menggunakan cara apapun untuk menghalangi tugas jurnalistik yang bertujuan mengawasi kepentingan publik.
Desakan Tegas: Copot Kadis, Audit Total Dana Pertanian
Afdika mendesak Bupati Mamasa untuk bertindak tegas tanpa kompromi:
1. Segera mencopot Eva Yuslianti dari jabatan Kepala Dinas Pertanian Mamasa karena diduga melakukan intimidasi dan penyuapan terhadap jurnalis;
2. Melakukan audit menyeluruh atas pengelolaan anggaran dan kuota pupuk subsidi di lingkungan Dinas Pertanian Mamasa;
3. Meminta Aparat Penegak Hukum segera turun tangan menyelidiki dugaan penyogokan sekaligus dugaan penyelundupan pupuk subsidi yang diduga sudah berlangsung lama dan merugikan masyarakat Mamasa.
Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi Kepala Dinas Pertanian Mamasa maupun Pemerintah Daerah untuk memberikan penjelasan dan bukti pembelaan guna keberimbangan informasi.
