Suaraakademis.com.|Surabaya — Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) yang berlangsung di Surabaya ditutup dengan penuh sukacita, semangat persaudaraan, dan suasana kebersamaan yang sangat erat. Selama pelaksanaan, seluruh peserta yang terdiri dari unsur Majelis Pusat, Majelis Daerah, Departemen, Badan, Komisi Pusat, pimpinan Sekolah Tinggi Teologi, serta para pemimpin GPdI dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti seluruh agenda dengan tertib, antusias, dan penuh tanggung jawab.
Mukernas kali ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah evaluasi kinerja dan penyusunan langkah strategis organisasi ke depan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat ikatan persaudaraan antarpemimpin di seluruh jajaran GPdI. Berbagai pertemuan formal maupun diskusi yang berlangsung di sela-sela kegiatan menunjukkan bahwa semangat persatuan dan kekeluargaan tetap terpelihara dengan baik.
Sebagian besar peserta menilai Mukernas Surabaya sebagai salah satu penyelenggaraan yang berlangsung dalam suasana sangat harmonis. Berbagai pandangan, masukan, dan usulan dari daerah dapat disampaikan secara terbuka dan konstruktif demi kemajuan organisasi dan mutu pelayanan. Harapan bersama yang mengemuka adalah agar seluruh keputusan dan hasil rumusan Mukernas dapat ditindaklanjuti secara nyata, sehingga membawa dampak positif bagi pertumbuhan gereja dan jangkauan pelayanan di seluruh Indonesia maupun mancanegara.
Menuju Mubes 2027, Nama Pdt. Dr. Franky Rewah Semakin Menonjol
Di balik suksesnya penyelenggaraan, dinamika menjelang Musyawarah Besar (Mubes) GPdI tahun 2027 mulai terasa. Seiring semakin dekatnya agenda pemilihan pimpinan pusat, perbincangan mengenai sosok yang dianggap layak memimpin organisasi ini ke depan semakin mengemuka di kalangan peserta.
Salah satu nama yang paling banyak diperbincangkan dan memperoleh perhatian luas adalah Pdt. Dr. Franky Rewah. Gema dukungan terhadap figur ini terdengar semakin kuat dari berbagai kalangan pimpinan daerah dan peserta yang hadir.
Sejumlah pemimpin wilayah menyampaikan apresiasi secara terbuka maupun dalam percakapan internal terhadap rekam jejak pelayanan, pengalaman organisasi, serta kemampuan kepemimpinan yang dimiliki Pdt. Dr. Franky Rewah. Berbagai informasi yang berkembang selama Mukernas berlangsung menyebutkan, cukup banyak pimpinan daerah yang telah menjalin komunikasi langsung dan menyatakan kesiapan memberikan dukungan apabila beliau bersedia maju sebagai calon Ketua Umum Majelis Pusat GPdI pada Mubes 2027 mendatang.
Meskipun perjalanan menuju Mubes masih cukup panjang dan kemungkinan munculnya figur-figur potensial lainnya tetap terbuka lebar, tidak dapat dipungkiri bahwa Mukernas Surabaya telah menjadi panggung awal yang memperlihatkan semakin menguatnya kepercayaan dan dukungan publik internal terhadap sosok Pdt. Dr. Franky Rewah.
Pada akhirnya, siapa pun yang nantinya terpilih memimpin GPdI ke depan diharapkan mampu menjaga persatuan organisasi, membawa pembaruan, memperkuat kualitas pelayanan, serta menjawab tantangan zaman yang terus berkembang. Semangat kebersamaan yang terjalin erat selama Mukernas Surabaya menjadi modal berharga untuk menyongsong Mubes 2027 dengan penuh optimisme, demi mewujudkan GPdI yang semakin maju, bertumbuh, dan memberikan dampak nyata bagi bangsa dan dunia.
(RHEMA PANTEKOSTA, Pewarta: Emanuel Piragoras)
