Suaraakademis.com.|Jawa Barat , Banten — Dalam suasana yang kondusif, Rumah Doa GAKORPAN Milkha Indonesia menggelar pertemuan rohani dan kebangsaan pada Minggu, 21 Juni 2026. Kegiatan ini mengusung gagasan Forum Kebangsaan yang menekankan pentingnya penegakan hukum, hak asasi manusia yang berkeadilan, serta upaya mengatasi keterpurukan sosial dan ekonomi rakyat dengan semangat anti‑rasuah.
Dr. Bernard BBBBI Siagian, Ketua DPP GAKORPAN sekaligus LBH Pers Prima Presisi Polri, menyampaikan bahwa seseorang yang beriman tidak boleh terburu‑buru mengambil kesimpulan hanya dari apa yang terlihat secara kasat mata. Menurutnya, realitas kehidupan jauh lebih luas daripada apa yang tampak di permukaan.
“Apa yang terlihat hanyalah sebagian kecil dari kenyataan. Setiap orang percaya dipanggil untuk memandang sesama dengan rasa peduli dan kasih sayang. Keterpurukan yang melanda masyarakat dapat diatasi dengan terus berbuat baik, penuh empati, serta dilandasi iman dan takwa,” ujarnya.
Ia menyoroti gejala memudarnya rasa empati di tengah masyarakat. Seringkali orang melihat penderitaan sesama, namun hatinya seolah tertutup. Sebaliknya, mereka yang secara ekonomi dianggap kurang mampu — seperti pengemis, pengamen, atau pemulung — justru sering kali memiliki kepedulian yang tinggi dan spontan menolong tanpa memandang ras, suku, agama, status sosial, maupun perbedaan apa pun.
“Jangan biarkan keangkuhan dan kesombongan menjerat kita. Fungsikanlah mata hati kita, rasakan rasa kebersamaan, dan sebarkan energi kebaikan. Jika kita hanya terfokus pada diri sendiri, maka kita akan kehilangan kemampuan untuk merasakan apa yang dialami rakyat kecil. Empati akan mati jika kita hanya memandang kehidupan dari kacamata ego pribadi,” tegas Dr. Bernard.
Ia mengingatkan bahwa butanya mata hati akan membuat seseorang kehilangan kepekaan terhadap kebenaran, ajaran agama, serta penderitaan sesama. “Empati lahir ketika apa yang kita rasakan dengan hati menyentuh diri kita sendiri,” tambahnya.
Dalam pesan yang disampaikan, ia mengutip ajaran: “Renungkan dan bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!”
Rumah Doa GAKORPAN menegaskan komitmennya untuk terus berdiri tegak, melakukan pengawasan dan investigasi secara tuntas terhadap kasus‑kasus krusial. Bersama jajaran organisasi seperti PPWI dan Sarjana Pancasila, lembaga ini bertekad melayani Tuhan dan sesama dengan penuh tanggung jawab.
“Semoga langkah ini senantiasa diberkati dan mampu membawa perubahan yang lebih baik bagi keadilan dan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
(Redaksi: Tim Investigasi GAKORPAN – Rev. Marcel Gerungan, SH., M.H.)
