LPJ Disahkan Tanpa Cacat: Panitia Qurban As Salaam Buktikan Dana Rp113 Juta Dikelola Bersih & Tepat Sasaran
518 Paket Daging Tersalur Merata, KRT Ardhi Solehudin: Ini Standar Kinerja Premium yang Wajib Ditiru
Suaraakademis.com.|Purbalingga – Sebagai wujud nyata tata kelola kelembagaan yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab, Panitia Pelaksanaan Ibadah Qurban Masjid As Salaam, Perumahan Puri Babakan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, secara resmi mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pelaksanaan qurban tahun 1447 H / 2026 M pada Selasa (2/6/2026). Dokumen yang disahkan tanpa catatan cacat administrasi ini menjadi bukti sah bahwa amanah dana ummat sebesar lebih dari Rp113 Juta dikelola secara bersih, rinci hingga rupiah terkecil, dan didistribusikan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.
Pengelolaan yang mengagumkan ini tercatat dalam dokumen resmi yang dirilis ke publik. Pada pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 H yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 lalu, panitia berhasil menghimpun amanah dari 36 orang shohiul qurban (peserta) yang menitipkan hewan kurban berjumlah 4 ekor sapi dan 8 ekor kambing.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari tahap pengadaan hewan, proses penyembelihan, pemotongan, penimbangan, hingga pengemasan dan penyaluran, dikawal dengan sangat ketat. Panitia memastikan setiap langkah tidak hanya memenuhi kaidah syariat agama, tetapi juga standar higienitas dan manajemen mutu yang tinggi.
Akuntabilitas Keuangan: Rinci, Akurat, Sisa Dana Dikembalikan
Puncak keberhasilan ini terlihat jelas pada laporan keuangan yang dipaparkan secara terbuka oleh bidang bendahara. Tidak ada satu pun pos pengeluaran yang dirahasiakan atau dicatat secara global.
Data menunjukkan bahwa total pemasukan yang diterima panitia mencapai Rp113.400.000,00 (Seratus tiga belas juta empat ratus ribu rupiah). Jumlah ini bersumber dari iuran peserta qurban, keuntungan atau cashback pembelian hewan sapi, serta iuran operasional pengelolaan hewan kambing.
Dengan penerapan manajemen anggaran yang ketat, efisien, dan bijak, total pengeluaran tercatat sebesar Rp113.118.300,00. Hasil pengelolaan yang sangat disiplin ini justru menyisakan saldo kas positif sebesar Rp281.700,00. Sesuai prinsip transparansi, sisa dana tersebut tidak dikuasai panitia, melainkan dikembalikan sepenuhnya ke kas umum Masjid As Salaam untuk kepentingan ummat.
Produktivitas Tinggi & Distribusi 518 Paket Tanpa Tumpang Tindih
Keberhasilan tidak hanya berhenti di urusan keuangan, namun juga terukur dalam hasil fisik dan pemerataan pembagian. Dari penyembelihan 4 ekor sapi dan 8 ekor kambing, diperoleh total daging kotor seberat 434,5 Kg (sapi) dan 58,3 Kg (kambing).
Setelah dikurangi alokasi konsumsi bersama bagi tim kerja yang bekerja keras di lapangan (10 Kg sapi dan 3 Kg kambing), diperoleh daging bersih siap edar sebanyak 424 Kg daging sapi dan 55,3 Kg daging kambing.
Melalui manajemen logistik yang rapi dan terstruktur, panitia berhasil mengemas dan menyalurkan total 518 bungkus paket daging qurban secara merata dan tepat sasaran. Pembagian dilakukan ke dalam dua klaster utama agar hak warga terpenuhi tanpa tumpang tindih:
– Klaster Utama (Internal & Lingkungan Terdekat): Sebanyak 408 bungkus disalurkan bagi warga RT 29 hingga RT 34, Asisten Rumah Tangga (ART), tim kerja penyembelih dan pengelet (40 orang), petugas kebersihan, penggali kubur, serta tenaga pengajar TPQ. Setiap bungkus sapi rata-rata 5,1 Kg dan kambing 4,3 Kg.
– Klaster Tambahan (Eksternal): Sebanyak 110 bungkus disalurkan untuk warga di luar RW 08 (wilayah Rupak Picis) serta tambahan operasional panitia eksternal.
Sinergi Takmir & Apresiasi Pengamat Publik
Kesuksesan administratif dan operasional ini merupakan buah dari kerja keras dan koordinasi solid jajaran kepanitiaan yang dipimpin oleh Tarso (Ketua Panitia), Aryoto (Sekretaris), dan Sipar Martadimeja (Bendahara). Dokumen pertanggungjawaban ini juga telah diperiksa secara seksama dan disahkan langsung oleh Ketua Takmir Masjid As Salaam, H. Dianto.
Menanggapi capaian luar biasa yang bebas dari cacat administrasi ini, KRT Ardhi Solehudin SH, M. Kom., selaku jurnalis, pemilik media, pengamat integritas publik, sekaligus anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Jawa Tengah, memberikan apresiasi setinggi-tingginya.
“Apa yang ditunjukkan oleh Panitia Qurban Masjid As Salaam Perum Puri Babakan adalah sebuah role model atau contoh teladan yang wajib ditiru oleh institusi, yayasan, maupun kepanitiaan keagamaan lain di masa mendatang. Keterbukaan informasi hingga ke rupiah terkecil dan rincian gramasi daging per penerima adalah potret nyata integritas publik yang hidup subur di tengah masyarakat. Ini adalah standar kinerja premium yang wajib dipertahankan,” tegas KRT Ardhi Solehudin usai meninjau berkas laporan tersebut.
Dengan pengesahan ini, Panitia Qurban Masjid As Salaam tidak hanya dianggap sukses menunaikan ibadah secara syar’i, namun juga sukses besar dalam menegakkan pilar transparansi yang menjadi fondasi utama kepercayaan ummat.
(Red)
