Jalan Penghubung Sejak 2005 Masih Berlubang Parah, Pemerintah Kabupaten Mamasa Diduga Belum Sentuh Sama Sekali
Suaraakademis.com.|Kabupaten Mamasa – Jumat, 17 Juli 2026. Rintihan dan harapan warga Desa Talopak, Timoro, hingga Kelurahan Lakahang, terus menggema meminta perhatian pemerintah. Sepanjang dua kilometer jalan penghubung yang ada di wilayah ini diduga belum pernah sekalipun diaspal, kondisinya penuh lubang parah, dan nyaris tak tersentuh perbaikan selama sebelas tahun lamanya. Warga menyesalkan jalan yang menjadi urat nadi kehidupan mereka ini seolah terlupakan total oleh Pemerintah Kabupaten Mamasa.
“Jalan ini sudah bertahun-tahun kami keluhkan, namun tak pernah ada perhatian nyata dari pemerintah. Kami sangat berharap jalan ini segera dibangun dan diperbaiki agar kami bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ucap warga setempat dengan nada penuh harap.
JEJAK PANJANG YANG TAK BERUBAH: DARI TAHUN 2005 HINGGA KINI
Kondisi jalan yang menyambungkan wilayah kecamatan Tabulahan, di Desa Talopak, Timoro, hingga Kelurahan Lakahang ini sebenarnya sudah menjadi perhatian warga sejak tahun 2005. Namun hingga kini, perbaikan menyeluruh maupun pengaspalan belum pernah terlaksana. Jalan tersebut hanya berupa pengerasan tanah yang kini rusak parah: lubang-lubang besar tersebar di sepanjang lintasan, menggenang air saat hujan, dan berdebu tebal saat kemarau.
Kondisi ini membuat perjalanan warga menjadi terhambat, berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan, serta menyulitkan distribusi hasil pertanian dan mobilitas pelayanan kesehatan maupun pendidikan. Warga mengaku sudah berkali-kali menyampaikan aspirasi ini, namun hingga hari ini harapan itu belum terwujud.
SUARA LANTANG WARGA YANG TERABAIKAN
Salah satu warga Desa Talopak, Nataniel, menyampaikan harapan tulusnya kepada Bupati Mamasa. “Kami meminta kepada Bupati, tolong buatlah jalan kami menjadi bagus. Supaya anak-anak kami kelak bisa menikmati fasilitas jalan yang layak,” ujarnya haru.
Sementara itu, warga Timoro, Agusdn, mengaku warga setempat sudah berulang kali berupaya memelihara jalan itu secara swadaya, namun tak ada tanggapan dari pihak berwenang. “Dari tahun ke tahun kami berusaha mengurus jalan ini dengan kemampuan sendiri, namun tidak ada perhatian nyata dari pemerintah,” keluhnya.
Tokoh pemuda Kelurahan Lakahang, Hariyono, menegaskan fakta di lapangan: “Sepanjang dua kilometer jalan ini diduga belum pernah diaspal sama sekali, hanya pernah dikerjakan pengerasan tanah saja. Hingga kini jalan ini penuh lubang dan sulit dilalui. Kami memohon kepada Pemerintah Kabupaten Mamasa agar segera turun meninjau dan memperbaiki jalan ini.”
“Kami tidak meminta kemewahan, hanya jalan yang layak dilalui. Jalan ini sudah lama menjadi doa dan harapan kami, semoga pemerintah akhirnya menoleh dan mewujudkannya,” tambah warga lainnya.
PANGGILAN PERHATIAN PEMERINTAH
Pihak berharap Pemerintah Kabupaten Mamasa segera meninjau langsung kondisi jalan tersebut, memprioritaskan perbaikannya, dan menyertakan dalam rencana pembangunan tahun mendatang. Jalan yang layak adalah hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi demi kelancaran kehidupan ekonomi, sosial, dan keamanan seluruh warga.
Catatan Redaksi: Pemberitaan disusun berdasarkan keluhan langsung warga setempat, keterangan narasumber, serta hasil pemantauan kondisi di lapangan. Redaksi telah mengupayakan konfirmasi kepada Pemerintah Kabupaten Mamasa dan membuka ruang tanggapan seluas-luasnya. Asas praduga tak bersalah berlaku sepenuhnya.(Ayu)
