Suaraakademis.com.|Padang, Sumatera Barat – Kehadiran pemimpin yang benar-benar menyentuh rakyat kembali terasa nyata. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, MM, bukan sekadar berkunjung dalam seremonial beliau turun langsung ke tengah masyarakat di Bungus Timur, Kecamatan Bungus, Kota Padang, Sabtu (12/9/2026), untuk mendengarkan dan membantu langsung para petani serta pembudidaya perikanan. Langkah ini menjadi bukti nyata kepemimpinan yang merakyat dan hadir di garis terdepan kebutuhan warga.
Bungus Timur: Penyangga Pangan yang Terabaikan
Bungus Timur merupakan salah satu wilayah penyuplai beras terbesar sekaligus penghasil ikan segar utama bagi kebutuhan masyarakat Kota Padang. Perannya sangat strategis sebagai urat nadi ketahanan pangan ibu kota provinsi. Namun ironisnya, wilayah yang menyokong kebutuhan pangan ribuan warga kota ini justru masih tertinggal dalam hal infrastruktur.
Jalan tani maupun jalan utama akses pengangkutan hasil panen telah puluhan tahun rusak parah dan belum mendapatkan penanganan yang layak. Akibatnya, biaya angkut membengkak, hasil panen sering rusak di jalan, dan harga jual komoditas petani pun anjlok. Beban berat ini dipikul sendirian oleh para petani dan pembudidaya ikan setiap harinya.
“Wajah Kota Dipoles, Tapi Kaki Penyangga Pangan Terabaikan”
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat namun penuh makna, seorang warga menyampaikan keresahannya secara langsung:
“Kami berharap dengan kunjungan ini, Pemerintah Kota Padang dapat lebih serius memperhatikan pembangunan di daerah pinggiran. Jangan sampai pembangunan hanya terpusat di kota, sementara desa tertinggal. Ibarat anak daro, wajahnya cantik dipoles, tapi kakinya penuh daki.”
Kalimat sederhana namun tajam ini menggambarkan kerinduan mendalam masyarakat akan pemerataan pembangunan. Pembangunan yang hanya indah di pusat kota tanpa memperhatikan daerah penyangga pangan pada akhirnya akan melemahkan ketahanan pangan kita semua.
Komitmen Nyata, Bukan Sekadar Janji
Kehadiran Ketua DPRD Sumbar di tengah lapangan dan perairan Bungus Timur bukan hanya untuk mendengarkan keluh kesah. Beliau turut serta membantu aktivitas warga secara langsung sebuah sikap rendah hati yang menunjukkan bahwa pemimpin sejati memahami masalah rakyat bukan dari balik meja, melainkan dari tempat mereka berjuang setiap hari.
Langkah ini sekaligus menjadi teguran halus namun tegas: infrastruktur penyangga pangan adalah prioritas, bukan pilihan. Tanpa jalan yang layak, petani rugi, konsumen dirugikan, dan ketahanan pangan daerah terancam.
Redaksi Mengawal: Janji Harus Diwujudkan
Masyarakat Bungus Timur berharap kunjungan ini bukan sekadar kenang-kenangan, melainkan awal dari perubahan nyata. Jalan yang rusak puluhan tahun itu harus segera masuk dalam rencana pembangunan dan diperbaiki dengan kualitas yang layak.
Catatan Redaksi: Tim redaksi akan terus mengawal tindak lanjut dari aspirasi masyarakat Bungus Timur. Ruang tanggapan terbuka seluas-luasnya bagi Pemerintah Kota Padang maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menyampaikan rencana penanganan. Pembangunan yang merata dan berkeadilan adalah hak seluruh rakyat Indonesia, di manapun mereka berada.
(Tim Redaksi Suaraakademis.com)
Dipublikasikan: 13 September 2026