Sinergi Satgas Yonarmed 13/Nanggala dan Bea Cukai Nanga Badau Gagalkan Peredaran Senjata Ilegal Jelang HUT Kemerdekaan
Suaraakademis.com.|Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, 14 Agustus 2026 — Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, keamanan wilayah perbatasan semakin diperketat. Satgas Pengamanan Perbatasan RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad bekerja sama dengan Bea Cukai Nanga Badau menggelar operasi penyisiran gabungan di wilayah Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (13/8/2026).
Kabupaten Kapuas Hulu merupakan wilayah paling utara di Provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia, menjadikannya pintu gerbang sekaligus benteng kedaulatan negara yang senantiasa dijaga ketat.
Dalam penertiban tersebut, tim yang dipimpin Pos Kotis berhasil mengamankan 1 pucuk senjata api rakitan jenis Bowman beserta 4 butir amunisi dari kendaraan warga berinisial EMD yang melintas dari arah Perumbang menuju Badau.
PENDEKATAN HUKUM YANG MENDIDIK, TANPA PAKSAAN
Alih-alih langsung menindak tegas, pihak Satgas melalui Perwira Hukum dan Perwira Intelijen memberikan pemahaman mendalam terkait Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api. Warga tersebut akhirnya menyadari bahaya serta konsekuensi pidana yang mengancam jika menyimpan senjata tanpa izin resmi.
Atas kesadaran sendiri, warga tersebut bersedia menyerahkan senjata dan amunisi secara sukarela serta menandatangani surat penyerahan resmi kepada Satgas Pamtas.
JELANG KEMERDEKAAN, KEAMANAN JADI TANGGUNG JAWAB BERSAMA
Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M., menyambut baik sinergi yang terjalin serta sikap kooperatif masyarakat.
“Kami terus meningkatkan intensitas pemeriksaan sekaligus pendekatan persuasif. Keamanan perbatasan adalah tanggung jawab kita semua. Dengan kesadaran bersama, kita pastikan wilayah perbatasan aman, tertib, dan damai menyambut hari kemerdekaan bangsa,” tegas Dansatgas.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa komunikasi yang baik dan penegakan hukum yang humanis tetap efektif menjaga kedaulatan serta ketertiban di garis depan negara.
(TIM SATGAS YONARMED 13 NANGGALA KOSTRAD)