Bupati Buka Rakor, Bantuan Suplemen Senilai Rp15 Juta Disalurkan Kepada Ibu Hamil
Suaraakademis.com.|Kabupaten Mamasa — Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Mamasa terus digencarkan secara terpadu. Hal ini terlihat dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penanganan Stunting yang digagas oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), yang dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati Mamasa, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Mamasa dan dihadiri secara lengkap oleh seluruh pemangku kepentingan penanganan stunting, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Mamasa.
BANTUAN SUPLEMEN UNTUK IBU HAMIL
Di penghujung kegiatan, dilakukan penyerahan bantuan berupa sirup penambah tenaga bagi ibu hamil dengan total nilai sebesar Rp15 Juta. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Ketua Tim Pencegahan Percepatan Penanganan Stunting Mamasa sekaligus Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, didampingi Ketua TP PKK Mamasa Ny. Adel Palulun Welem, Sekretaris Daerah Mamasa H. Syukur, serta Ketua Gerakan Ayah Teladan (GATI) Pongkapadang Mamase Ernesto Randan.
GATI: STUNTING ADALAH TANGGUNG JAWAB BERSAMA
Ketua GATI Pongkapadang Mamase, Ernesto Randan, menyampaikan harapan yang besar agar angka prevalensi stunting di Mamasa dapat ditekan secara masif dan tuntas. Ia menegaskan, penanganan masalah ini membutuhkan semangat juang tinggi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Stunting adalah masalah nasional yang harus segera kita selesaikan bersama-sama. Saya sangat berharap seluruh pihak bersinergi maksimal agar angka stunting di Mamasa turun drastis,” ujar Ernesto Randan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada DP2KBP3A yang telah berperan aktif sebagai inisiator dan pelaksana kegiatan rapat koordinasi ini. “Semoga Kabupaten Mamasa segera terbebas dari masalah stunting,” imbuhnya.
TP PKK: KETULUSAN DAN KEIKHLASAN KUNCI UTAMA
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Mamasa, Ny. Adel Palulun Welem, mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada niat tulus para pelaksananya.
“Ketulusan kita dalam menangani stunting adalah hal utama dalam memulai ‘Kerja Bersama’. Mari kita ikhlaskan waktu dan tenaga kita untuk berjuang bersama menyelesaikan masalah ini demi masa depan anak-anak Mamasa,” pesannya.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan fakta kegiatan dan keterangan narasumber. Redaksi mengedepankan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi publik.(Ayu)
