BENER MERIAH – SUBULUSSALAM SUARAAKADEMIS. COM
————————————–
Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar mempertanyakan pihak-pihak yang menolak pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA). Ia menilai pemekaran wilayah bukan sesuatu yang terlarang, melainkan jalan yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dataran tinggi Gayo.
Menurut Ir. Tagore Abubakar pemekaran itu bukanlah perbuatan haram,” kata yg dicetuskan orang No 1 itu kepada wartawan usai penyaluran perdana bantuan 10,2 juta bibit kopi di Kampung Bumi Ayu, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, Senin, 19 Oktober 2026.
Sekali lagi saya mengatakan, sebagai bupati sekaligus Ketua Dewan Adat Gayo, dirinya mendukung pembentukan provinsi baru selama kebijakan tersebut berpihak pada kepentingan rakyat.
Tagore merujuk Pasal 18 hurf (B) Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar konstitusional dukungannya. Menurut dia, kesamaan budaya di suatu wilayah menjadi salah satu alasan yang dapat dipertimbangkan dalam pembentukan daerah baru dan provinsi baru.
Tagore juga mengklaim rencana pemekaran Aceh pernah mendapat persetujuan politik di Komisi II DPR RI pada 2016. Saat itu, kata dia, pembentukan dua provinsi di Aceh telah diketuk palu, tetapi hingga kini belum terealisasi.
“Sudah pernah diketuk palu. Aceh menjadi dua, tapi tidak berjalan,” ujarnya.
Bagi Tagore, pembentukan ALA bukan semata-mata persoalan pembagian wilayah administratif. Ia mengaitkannya dengan harapan masyarakat Gayo untuk memperoleh pelayanan pemerintahan dan pembangunan yang lebih baik.
“Anehnya sekarang ada pihak yang tidak setuju. Padahal yang tidak setuju itu seharusnya Jakarta, karena mereka yang akan membiayai daerah pemekaran baru,” kata dia.
Tagore kemudian mempertanyakan apakah penolakan terhadap ALA berarti pihak-pihak tersebut tidak menginginkan wilayah Gayo berkembang.
“Saya sempat bertanya, yang tidak setuju itu apakah tidak suka melihat daerah ini sejahtera,” ujarnya.
Dukungan Tagore terhadap ALA muncul di tengah belum terealisasinya wacana pemekaran Aceh. Meski ia menyebut adanya keputusan politik pada 2016. Bagi Tagore, alasan utama pemekaran tetap kesejahteraan masyarakat.
Ada beberapa tokoh masyarakat mempertanyakan tentang SDM daerah dan kesiapan
itu tidak perlu dipertanyakan itulah gunanya Ada APBN ( Anggaran penggunaan Belanja Negara. )
“Apakah masyarakat di wilayah Gayo ini harus tersiksa, dan Menderita tampan ada merasa keadilan dari pemerintah provinsi yang kita rasakan saat ini “Ungkap Tagore”
penulis
N. Ginting S