SUMATRA — SUARAAKADEMIS.COM – PT Hutama Karya (Persero) terus melakukan pemeliharaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di sejumlah ruas guna menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan pengguna jalan. Selain pemeliharaan rutin, Hutama Karya juga membangun akses baru berupa Exit Tol Mataram Jaya di Jalan Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka), Sumatra Selatan, untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemeliharaan dilakukan di tiga ruas jalan tol, yakni Jalan Tol Binjai–Langsa, Jalan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai), dan Jalan Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas infrastruktur sekaligus mendukung penguatan konektivitas nasional.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan pekerjaan pemeliharaan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi infrastruktur, kebutuhan penanganan, serta situasi lalu lintas di lapangan.
“Pemeliharaan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Hutama Karya untuk memastikan setiap ruas jalan tol yang kami kelola senantiasa berada dalam kondisi optimal. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan serta meminimalkan potensi gangguan terhadap arus lalu lintas,” ujar Hamdani.
Pemeliharaan Jalan Tol Binjai–Langsa
Pada ruas Jalan Tol Binjai–Langsa, pekerjaan pemeliharaan meliputi penanganan oprit Jembatan Batang Serangan di sekitar KM 55+100 hingga KM 55+300. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada akhir November 2026.
Selain itu, rekonstruksi perkerasan kaku atau rigid pavement dilakukan di KM 62+900 Jalur A, Lajur 1 dan 2, dengan target penyelesaian pada akhir Oktober 2026.
Pemeliharaan ini dilakukan untuk menjaga kondisi perkerasan jalan agar tetap mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna tol.
Perbaikan Perkerasan Jalan Tol Pekanbaru–Dumai
Sementara itu, di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai), pekerjaan difokuskan pada perbaikan perkerasan lentur atau flexible pavement di empat titik Jalur A, Lajur 2.
Lokasi pekerjaan meliputi:
- KM 91+240 hingga KM 91+625.
- KM 91+800 hingga KM 92+000.
- KM 94+793 hingga KM 94+826.
- KM 101+720 hingga KM 101+740.
Seluruh pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16–28 Oktober 2026.
Pengguna jalan diimbau untuk memperhatikan rambu-rambu pekerjaan dan mengikuti arahan petugas agar perjalanan tetap aman selama proses pemeliharaan berlangsung.
Rekonstruksi Jalan Tol Terpeka Berlangsung di Empat Titik
Pada ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka), Hutama Karya melaksanakan rekonstruksi perkerasan kaku (rigid pavement) di empat titik Jalur A, Lajur 1.
Lokasi pekerjaan meliputi:
- KM 172+315 hingga KM 172+325.
- KM 165+615 hingga KM 165+620.
- KM 174+260 hingga KM 174+270.
- KM 165+450 hingga KM 165+460.
Pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16–28 Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keandalan infrastruktur jalan tol.
Pelaksanaan pemeliharaan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan dan penerapan prosedur keselamatan kerja, termasuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.
Hutama Karya Bangun Exit Tol Mataram Jaya di Sumatra Selatan
Selain pemeliharaan jalan, Hutama Karya juga tengah membangun barrier gate di KM 281 dan Exit Tol Mataram Jaya di KM 274 pada ruas Jalan Tol Terpeka.
Pembangunan akses baru ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat dari dan menuju Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan.
Keberadaan Exit Tol Mataram Jaya juga diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas wilayah, memperlancar distribusi barang, serta mendukung aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat di kawasan sekitar.
Selama pembangunan berlangsung, Hutama Karya menerapkan rekayasa lalu lintas berupa penyempitan jalur kendaraan di KM 282 hingga KM 280 untuk arah Palembang menuju Lampung.
Pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, serta mematuhi rambu peringatan dan arahan petugas di lapangan.
Keselamatan Pengguna Jalan Menjadi Prioritas
Hamdani menjelaskan, seluruh pekerjaan pemeliharaan dan pembangunan dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan. Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, Hutama Karya bersama PT Hakaaston (HKA), anak usaha yang bergerak di bidang pengelolaan dan pemeliharaan aset infrastruktur transportasi, melakukan pengamanan di area pekerjaan.
Langkah pengamanan tersebut meliputi pemasangan rambu peringatan, penyediaan perlengkapan keselamatan kerja, serta penyiagaan petugas sesuai kebutuhan selama pekerjaan berlangsung.
“Kami terus berupaya menjaga kualitas layanan melalui pemeliharaan yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Di sisi lain, pembangunan akses baru seperti Exit Tol Mataram Jaya juga menjadi bagian dari upaya kami untuk memperluas manfaat konektivitas JTTS bagi masyarakat dan mendukung aktivitas perekonomian daerah,” kata Hamdani.
Hutama Karya juga mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memantau informasi lalu lintas terkini sebelum memasuki ruas tol yang sedang menjalani pekerjaan.
Informasi mengenai kondisi lalu lintas, lokasi pekerjaan, dan layanan jalan tol dapat diperoleh melalui akun media sosial resmi @HutamaKaryaTollRoad serta aplikasi Mozy. Aplikasi tersebut menyediakan fitur informasi perjalanan, termasuk pemantauan CCTV secara langsung, informasi tarif tol, dan lokasi tempat istirahat serta pelayanan.
Pengguna jalan yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau bantuan selama perjalanan dapat menghubungi layanan call center Hutama Karya melalui nomor 150-700 atau WhatsApp 08112-77000.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung. Kami berharap seluruh pengguna jalan dapat tetap tertib dan berhati-hati saat melintasi area pekerjaan. Sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati dan kampanye SETUJU (Selamat Sampai Tujuan), Hutama Karya berkomitmen menghadirkan layanan jalan tol yang aman, nyaman, dan andal, sekaligus mendukung Asta Cita Pemerintah melalui penguatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Sumatra,” tutup Hamdani.
Sumber: Hutama Karya