Fachrul Razi: Legalitas Mutlak, Fokus Penuh Kejar Prestasi Hingga Kancah Dunia
Suaraakademis.com.|Jakarta — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor 93 Tahun 2026 tentang Penyempurnaan SK Nomor 61 Tahun 2026 terkait pengukuhan personel Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) masa bakti 2026–2030. Keputusan ini ditetapkan di Jakarta, 9 Juli 2026, dan ditandatangani langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman.
Terbitnya aturan resmi ini menutup segala keraguan sekaligus memperkuat kepastian hukum kepengurusan PB MI yang sah berada sepenuhnya di bawah pimpinan Ketua Umum Ir. H. AA Lanyalla Mahmud Mattalitti. Hal ini ditegaskan Wakil Ketua Umum I PB MI, Dr. H. Fachrul Razi, M.I.P., M.Si., M.H., M.Ikom., menyusul keluarnya SK tersebut.
PAYUNG HUKUM MUTLAK, TERTIBKAN SELURUH GARIS KOMANDO
“Legalitas PB MI di bawah kepemimpinan Bapak AA Lanyalla Mahmud Mattalitti kini semakin solid dan memiliki landasan hukum yang mutlak dari KONI Pusat. SK Penyempurnaan ini menjadi jawaban atas kebutuhan organisasi untuk mengoptimalkan kinerja kepengurusan dalam membina atlet Muaythai di seluruh penjuru tanah air,” ujar Fachrul Razi dalam keterangan pers, Rabu (15/7).
Mantan Senator RI asal Aceh ini menjelaskan, langkah penyempurnaan struktur merupakan kebutuhan mendesak demi menjaga tertib administrasi, kejelasan organisasi, serta menghapus ketidakpastian status kepengurusan. Dengan payung hukum yang sudah tak terbantahkan, seluruh jajaran diminta segera bergerak cepat, bersatu, dan bekerja secara transparan serta bertanggung jawab.
SATUKAN ENERGI, CETAK SEJARAH DI PODIUM DUNIA
Fachrul Razi menekankan, konsolidasi menyeluruh dari pusat hingga daerah menjadi kunci utama. Tidak ada lagi ruang bagi perpecahan; seluruh energi organisasi harus dicurahkan semata untuk pembinaan atlet.
“Tugas besar telah menanti kita semua. Kami akan segera membangun koordinasi yang solid guna melahirkan program kerja taktis, memperbanyak kompetisi berkualitas, serta memperkuat pembinaan usia dini. Fokus utama PB MI ke depan adalah mencetak atlet-atlet tangguh yang mampu mengibarkan bendera Merah Putih di podium juara internasional,” tegasnya.
Ia menambahkan, struktur kepengurusan yang kini telah disempurnakan diperkuat oleh tokoh nasional, akademisi, hingga praktisi olahraga berpengalaman. Gabungan kapasitas ini diyakini mampu mengangkat Muaythai menjadi salah satu cabang olahraga andalan lumbung medali Indonesia di kancah regional maupun dunia.
STRUKTUR INTI PB MI MASA BAKTI 2026–2030
(Berdasarkan SK KONI Pusat No. 93 Tahun 2026)
– Dewan Penasehat: Menpora RI, Panglima TNI, Kapolri, Ketua Umum KONI Pusat, Ketua Umum KOI
– Ketua Umum: Ir. H. AA Lanyalla Mahmud Mattalitti
– Wakil Ketua Umum I: Dr. H. Fachrul Razi, M.I.P., M.Si., M.H., M.Ikom.
– Wakil Ketua Umum II: RM. Evi Silviadi
– Sekretaris Jenderal: Azwan Karim
– Bendahara Umum: Syaifudin Alamsyah
– Ketua Badan Yudisial: Dr. Firdaus Dewilmar, S.H., M.Hum.
Catatan Redaksi: Pemberitaan ini disusun berdasarkan siaran pers resmi PB MI dan dokumen SK KONI Pusat yang diterima. Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak terkait apabila terdapat hal yang perlu diklarifikasi.
(Tim Redaksi)
