Pemuda Demokrasi Indonesia Desak Penegak Hukum Usut Tuntas, Jangan Biarkan Kematian Menjadi Misteri
Suaraakademis.com.|Medan — Duka mendalam masih menyelimuti seluruh masyarakat Kepulauan Nias. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, wilayah ini berturut-turut kehilangan tiga putra-putri terbaiknya: Agnis Jance Zebua, Genial Gavensi Gulo, dan Winda Lorenza Gowasa. Namun hingga saat ini, kebenaran di balik peristiwa berdarah itu belum terungkap sepenuhnya.
Khusus pada kasus almarhum Genial Gavensi Gulo dan almarhumah Winda Lorenza Gowasa, pernyataan aparat yang menyatakan keduanya meninggal akibat bunuh diri justru memicu keraguan mendalam dan kecemasan luas di kalangan warga. Keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan hingga kini belum terwujud nyata.
Merespons hal itu, Elifasius Gulo, S.IP (Wakil Sekretaris DPD Pemuda Demokrasi Indonesia) menyampaikan sikap tegas lewat pernyataan resmi:
3 TUNTUTAN TEGAS DEMI KEBENARAN
1. USUT TUNTAS TANPA PANDANG BULU
Mendesak Kepolisian Republik Indonesia menelusuri hingga ke akar penyebab kematian ketiga korban, mengungkap fakta sesungguhnya, dan menangkap setiap pihak yang bertanggung jawab. Proses harus dilakukan secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum serta publik.
2. TERBUKA DAN SINERGI ANTARAPARAT
Meminta jajaran Kepolisian dan TNI menjalin koordinasi yang erat serta memberikan keterangan yang jelas dan terbuka kepada keluarga korban dan masyarakat luas. Hal ini mutlak diperlukan agar tidak tumbuh spekulasi liar dan kesimpangsiuran yang justru memperburuk suasana.
3. NEGARA WAJIB HADIR JAMIN KEAMANAN
Rentetan peristiwa ini menciptakan ketakutan yang nyata di hati pemuda-pemudi dan seluruh warga Nias. Negara tidak boleh diam saja; wajib memberikan jaminan perlindungan keselamatan bagi setiap warga tanpa terkecuali.
“Duka keluarga adalah duka kita semua. Kami tidak akan berhenti bersuara sampai keadilan benar-benar ditegakkan. Jangan biarkan nyawa saudara kita hilang begitu saja tanpa kejelasan yang memuaskan rasa keadilan masyarakat,” tegas Elifasius Gulo.
Masyarakat menuntut aparat penegak hukum segera bekerja sungguh-sungguh, membeberkan setiap fakta, dan memastikan tidak ada yang terlindungi dari jerat hukum. Kebenaran dan keadilan adalah hak mutlak bagi setiap nyawa yang telah hilang.(Red)