Suaraakademis.com.|Mamasa, Sulawesi Barat — Isu dugaan pemotongan dana proyek bernilai fantastik mencuat ke permukaan. Konsultan politik Bupati Mamasa, Welem Sudirman atau yang sering disingkat WS/G, diduga menerima uang fee sebesar Rp900 juta pada tahun 2025. Angka itu diduga diambil langsung dari pencairan tahap awal sebuah proyek, memicu pertanyaan publik yang makin besar ketika pihak terkait hanya menjawab singkat dan pimpinan daerah justru memilih bungkam.
Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya demi keamanan mengungkapkan hal tersebut kepada awak media pada Minggu, 21 Juni 2026. Menurutnya, potongan dana itu terjadi saat pencairan tahap pertama.
“Uang muka proyek yang cair sebesar Rp3 miliar, saat itu langsung dipotong sebesar Rp900 juta sebagai fee. Itu terjadi pada tahun 2025,” ujar narasumber tersebut.
Ketika dikonfirmasi untuk meminta klarifikasi, Bupati Mamasa, Welem Sambo Langi’, kembali bersikap sama seperti sejumlah isu sebelumnya: tidak memberikan jawaban apa pun. Padahal ini sudah menjadi kesekian kalinya pimpinan daerah tidak merespons konfirmasi terkait hal yang menyangkut keuangan dan kepentingan umum.
Sementara itu, Welem Sudirman selaku pihak yang diduga menerima dana tersebut merespons melalui pesan singkat pada Senin, 22 Juni 2026. Jawabannya sangat singkat tanpa penjelasan lebih lanjut.
“Itu tidak benar. Diamkan saja,” tulisnya.
Sikap yang tidak tegas ini justru makin memperbesar tanda tanya. Bahkan, awak media menerima pesan masuk melalui WhatsApp yang berisi upaya untuk tidak memberitakan isu ini.
“Jangan mau dikendalikan seseorang menaikkan berita ini. Bukan berarti kami bungkam, kami belum menemukan fakta bahwa ada fee,” bunyi pesan yang diterima.
Menanggapi hal itu, wartawati SuaraAkademis.com menegaskan sikap profesional dan independensinya.
“Maaf, saya menuliskan apa yang disampaikan narasumber sebagai informasi publik. Saya tidak dikendalikan oleh siapa pun, hanya menjalankan tugas jurnalistik. Saya juga sudah berulang kali mengonfirmasi Bupati, namun hingga kini tetap tidak ada tanggapan,” tegasnya.
Masyarakat pun mempertanyakan logika yang terjadi. Jika tuduhan itu tidak benar, seharusnya diberikan penjelasan yang rinci dan bukti yang meyakinkan, bukan hanya dibantah sepintas atau dibiarkan tanpa kejelasan. Sikap diam justru menimbulkan persepsi bahwa ada hal yang disembunyikan.
SuaraAkademis.com akan terus mengawal perkembangan isu ini sampai terungkap fakta yang sebenarnya, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi semua pihak untuk memberikan klarifikasi resmi.(Ayu)
Catatan Redaksi:
Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Mamasa dan pihak terkait belum memberikan penjelasan resmi secara rinci dan terbuka. Kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan mempersilakan pihak yang bersangkutan untuk menyampaikan hak jawab sesuai fakta yang dimiliki.
