Medan, 20 Agustus 2026_Perjalanan panjang pendidikan Dr. Ir. Sanco Simanullang, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., SH., kembali mencatatkan tonggak penting. Di tengah kesibukannya sebagai Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo, Sanco berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan.
Sanco resmi mengikuti Sidang Senat Terbuka Wisuda Pascasarjana, Sarjana dan Diploma Wisuda ke-76 Universitas Pembangunan Panca Budi, yang digelar di Regale Convention Centre Medan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Tidak hanya menerima gelar Sarjana Hukum, Sanco juga mendapat penghargaan sebagai Wisudawan Berkarya, sebuah penghargaan yang diberikan kepada wisudawan yang tetap aktif berkarya dan menjalankan tanggung jawab profesional di tengah proses pendidikannya.
Bagi Sanco, pencapaian tersebut bukan sekadar penambahan gelar akademik, tetapi merupakan bagian dari perjalanan pembelajaran sepanjang hayat.
> “Pendidikan itu long life learning. Bagi saya, ilmu adalah alat untuk mengubah kehidupan. Karena itu, belajar tidak boleh berhenti hanya karena seseorang sudah bekerja atau memiliki jabatan,” ujar Sanco.
Ia mengaku bersyukur dapat menuntaskan pendidikan Sarjana Hukum di tengah tuntutan pekerjaan dan berbagai aktivitas profesional maupun sosial yang dijalaninya.

> “Saya bersyukur di tengah kesibukan pekerjaan, saya masih diberikan kesempatan dan kekuatan untuk menyelesaikan kuliah S1 Sarjana Hukum. Ini menjadi pengingat bagi saya bahwa selama ada kemauan dan komitmen, pendidikan tetap bisa diperjuangkan,” katanya.
*Perjalanan Pendidikan yang Panjang*
Perjalanan pendidikan Sanco sendiri terbilang panjang dan penuh dinamika. Ia mengawali pendidikan dasar di SD Hutagurgur, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 dan SMA Negeri Dolok Sanggul.
Semasa pendidikan, Sanco juga pernah mencoba mengikuti seleksi SMA Taruna Nusantara Magelang tahun 1990. Namun, langkah tersebut belum berhasil setelah ia gagal pada tahapan seleksi tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Sanco sempat melanjutkan studi Bahasa Jerman di Universitas Indonesia (UI) pada 1995. Namun, pendidikan tersebut tidak sampai selesai karena pada saat yang sama ia juga mengikuti perkuliahan pagi di Universitas Gunadarma, sehingga terjadi benturan jadwal dan akhirnya studi di UI tidak dilanjutkan.
Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut hingga memperoleh gelar magister dan doktor di bidang Teknik Industri Universitas Sumatera Utara (USU).
Di tengah perjalanan kariernya, Sanco kembali memilih untuk memperdalam ilmu hukum. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Pembangunan Panca Budi dan kini resmi menyandang gelar *SH**.
*Pernah Mengikuti Seleksi Direksi BPJS Ketenagakerjaan*
Perjalanan profesional Sanco juga tidak selalu berjalan mulus. Pada tahun lalu, ia pernah mengikuti proses seleksi calon Direksi BPJS Ketenagakerjaan. Sanco berhasil melewati beberapa tahapan seleksi, namun harus terhenti pada tahapan kedua.
Baginya, kegagalan dalam sebuah proses bukanlah akhir dari perjalanan.
> “Dalam hidup ada proses berhasil dan ada proses yang belum berhasil. Yang penting adalah bagaimana kita terus belajar, memperbaiki diri dan tetap memberikan yang terbaik dalam setiap amanah yang diberikan,” ujarnya.
*Ilmu Hukum untuk Membantu Orang Lain*
Setelah memperoleh ilmu hukum, Sanco berharap pengetahuan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
> “Saya berharap ilmu hukum yang saya peroleh ini dapat sebesar-besarnya membantu orang lain. Hukum bukan hanya soal pasal dan aturan, tetapi bagaimana kita memahami hak, kewajiban dan keadilan sehingga ilmu itu benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Kepada generasi muda, Sanco berpesan agar tidak mudah menyerah menghadapi berbagai keterbatasan maupun kegagalan.
> “Tidak ada yang mustahil dalam hidup ini. Jangan takut bermimpi, jangan takut mencoba, dan jangan berhenti belajar. Kalau hari ini belum berhasil, mungkin waktunya belum tiba. Yang penting jangan berhenti berusaha,” pesan Sanco.
*Aktif dalam Keluarga dan Organisasi*
Di luar tugas profesionalnya, Sanco juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai Ketua Umum Marga Manullang Sumatera Utara, Partogam serta aktif dalam Yayasan Kesehatan HKBP.
Dalam kehidupan keluarga, Sanco merupakan suami dari Dessi Veronika Simanjuntak dan ayah dari tiga putra yang dikenal sebagai Trio Sasro Brothers, yakni Ernesto, Taraja dan Glorindo.
Di tengah aktivitas pekerjaan, pendidikan dan organisasi, Sanco juga memiliki sejumlah aktivitas yang menjadi bagian dari kesehariannya. Ia menyukai paduan suara, memasak dan jogging.
Wisuda ke-76 Universitas Pembangunan Panca Budi akhirnya menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan panjang tersebut. Bagi Sanco, gelar Sarjana Hukum bukanlah garis akhir, melainkan kembali menjadi awal untuk mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang dimilikinya agar semakin banyak memberi manfaat bagi orang lain. (*)