Minta Pengawasan Diperketat untuk Program MBG dan KDMP Agar Tak Jadi Lahan Korupsi
Suaraakademis.com.|Kabupaten mamasa – Menyusul penetapan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dugaan korupsi oleh Kejaksaan Agung, Sinergi Muda Mamasa mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas hingga ke akar-akarnya. Organisasi kepemudaan ini juga meminta pengawasan diperketat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar tidak terjadi penyimpangan serupa.
Desakan ini disampaikan Ketua Harian Sinergi Muda Mamasa, Ryan Mewa’, pada Jumat (5/6/2026). Ia menegaskan bahwa kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola program strategis nasional yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya, dan mantan Wakil Kepala Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan Lodewyk Pusung sebagai tersangka.
“Jika kepalanya ditemukan busuk, maka harus ditelusuri juga dari leher hingga ke kakinya. Jangan sampai penegakan hukum hanya berhenti pada pimpinan puncak semata, sementara pihak lain yang terlibat atau turut menikmati keuntungan dari penyimpangan luput dari tanggung jawab hukum,” tegas Ryan.
Menurutnya, kasus ini menunjukkan betapa krusialnya pengawasan di setiap rantai pelaksanaan program, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Oleh karena itu, Sinergi Muda Mamasa mengajak seluruh elemen masyarakat, media, organisasi pemuda, dan kelompok sipil untuk aktif mengawal pelaksanaan MBG maupun KDMP agar berjalan sesuai tujuan dan tidak disalahgunakan.
“Anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program kerakyatan harus diimbangi dengan transparansi dan akuntabilitas. Kami mengajak masyarakat Mamasa untuk tidak bersikap apatis, karena ini adalah uang rakyat. Rakyat memiliki hak dan kewajiban moral untuk ikut mengawasi penggunaannya,” tambahnya.
Sinergi Muda Mamasa juga berharap proses hukum yang berjalan saat ini dapat dibuka secara transparan. Hal ini dinilai penting untuk membongkar seluruh jaringan yang terlibat sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap program-program pemerintah.
“Jangan hanya menangkap pelaku di permukaan. Telusuri seluruh aliran dan keterkaitan pihak-pihak yang terlibat. Siapa pun yang terbukti memainkan uang rakyat, harus diproses hukum tanpa pandang bulu,” pungkas Ryan Mewa’.(Ayu)
