Oplus_131072
Suaraakademis.com | Medan — Selama ini terdengar narasi bahwa keberadaan DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumatera Utara di ruang publik hanyalah upaya mencari popularitas semata. Hari ini, organisasi tersebut membuktikan sebaliknya dengan satu pencapaian yang tak terbantahkan: Piagam Penghargaan Anugerah Bakti Pemuda Inspiratif Sumatera Utara, yang diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, pada Oktober 2026.
Penghargaan ini diberikan atas dedikasi, partisipasi aktif, serta kontribusi nyata organisasi dalam mendukung program pembangunan dan mewujudkan visi-misi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara periode 2025–2030.
Pengakuan yang Tak Bisa Dibeli dengan Like
Paulus Peringatan Gulo, S.H., M.H., menyambut apresiasi ini dengan kerendahan hati namun pesan yang tegas:
“Di era media sosial, siapa pun bisa terlihat hebat. Filter, postingan terjadwal, dan citra yang dibangun dengan cermat bisa membuat seseorang tampak berkontribusi padahal belum tentu ada jejak nyata di lapangan. Penghargaan dari negara ini adalah pengingat: ada hal yang tak bisa dibeli dengan ribuan suka dan pengikut — yaitu kepercayaan masyarakat dan pengakuan atas kerja nyata.”
“Kami tidak mencari sorotan lampu kamera. Kami mencari solusi untuk warga. Hari ini negara memberikan apresiasi itu. Itu bukan kemenangan kami semata, melainkan bukti bahwa kritik yang konstruktif tetap dihargai selama disertai karya nyata,” jelasnya.
Akademisi dan Tokoh Muda: Pentingnya Membedakan Citra dan Karya
Penghargaan ini juga menjadi refleksi bagi seluruh elemen masyarakat sipil, khususnya kaum muda:
“Jangan tertukar antara kehadiran yang bermakna dengan kehadiran yang sekadar terlihat. Satu piagam penghargaan dari pemerintah daerah jauh lebih berbobot daripada ribuan unggahan yang menghilang dalam sekejap. Mari kita dorong budaya kerja nyata, bukan budaya pencitraan,” ujar Paulus.
Redaksi Suaraakademis.com membuka ruang tanggapan seluas-luasnya bagi pihak-pihak yang merasa berkepentingan untuk memberikan pandangan berimbang terkait isu ini.
( Redaksi Suaraakademis.com)