Tiga Orang Tak Dikenal Serang Saat Sepi Jalan, Komunitas Pers Tuntut Polisi Tangkap Pelaku Hingga Dalangnya
Suaraakademis.com.|Batam — Keamanan insan pers dan kebebasan mengabarkan kebenaran di Kota Batam kembali mendapat ujian paling berat. Seorang wartawan lokal, Muhammad Buhari, kini berjuang nyawa di ruang perawatan intensif akibat penikaman keji yang dilakukan tiga Orang Tak Dikenal (OTK) pada dini hari Jumat, 10 Juli 2026. Insiden ini diduga kuat bukan sekadar kriminalitas jalanan, melainkan teror terencana untuk membungkam karya jurnalistik investigatif.
KORBAN DIPERANGKAP DI JALAN SEPI
Kejadian nahas berlangsung sekitar pukul 00.35 WIB di ruas jalan penghubung dari arah Sukajadi menuju Simpang Jam Baloi Indah. Saat situasi mulai sepi, korban diduga sudah diadang lebih dulu sebelum diserang secara kejam. Buhari ditemukan terkapar bersimbah darah oleh petugas keamanan perusahaan di sekitar lokasi, dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSBK) Kota Batam. Hingga kini kondisinya masih sangat kritis.
Berdasarkan keterangan istri korban, serangan tersebut bukan kebetulan. Para pelaku diduga sudah membuntuti dan merencanakan aksinya sejak lama.
“Mereka mengincar suami saya. Terlihat jelas sudah ada persiapan,” ujarnya.
Dari keterangan yang dihimpun, rincian pelaku dan kendaraan yang digunakan adalah:
– Jumlah pelaku: 3 orang
– Kendaraan: 2 unit sepeda motor, yaitu Honda Beat warna biru dan Honda Scoopy warna hitam-merah
DUGAAN MOTIF: MEMBONGKAR SINDIKAT ILEGAL
Pihak keluarga menegaskan dugaan kuat bahwa serangan ini berkaitan langsung dengan tugas jurnalistik yang dilakukan Buhari. Keluarga sudah melaporkan peristiwa percobaan pembunuhan ini ke Mapolresta Barelang.
“Kami menduga ini karena liputan suami saya mengenai perjudian jackpot dan peredaran minuman keras. Ini bukan perampokan biasa,” tegas istri korban.
Dugaan ini makin menguat melihat rekam jejak Muhammad Buhari. Selain sebagai wartawan, ia juga dikenal sebagai penggiat vokal anti-narkoba di Batam. Ia kerap membongkar praktik gelap perjudian, peredaran miras tanpa izin, hingga peredaran narkotika yang meresahkan masyarakat.
Jika dugaan ini terbukti, maka penikaman terhadap Buhari adalah bukti nyata adanya tekanan dan ancaman sistematis dari sindikat kejahatan terorganisir yang merasa terusik karena kebenaran mulai terungkap ke publik.
MENANTI KETEGASAN APARAT
Hingga berita ini diturunkan, jajaran Polresta Barelang belum merilis keterangan resmi maupun kesimpulan awal terkait motif penyerangan. Publik dan seluruh elemen pers kini menanti langkah nyata kepolisian:
-Segera mengidentifikasi dan menangkap ketiga pelaku eksekutor di lapangan;
-Melakukan penyelidikan mendalam untuk menelusuri dalang atau aktor intelektual di balik serangan ini;
-Mengusut tuntas dugaan keterkaitan dengan sindikat kejahatan yang selama ini diliput korban.
Kasus ini menjadi batu ujian nyata bagi penegakan hukum dan perlindungan terhadap kemerdekaan pers di Indonesia. Tidak boleh ada tempat bagi kekerasan dan teror yang bertujuan membungkam suara kebenaran.
(Samsul Daeng Pasomba – PPWI / Tim Redaksi Investigasi)
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi dari keluarga korban dan fakta di lapangan. Redaksi tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah dan meminta aparat hukum memproses perkara ini secara transparan dan profesional.
