Suaraakademis.com.|Sulawesi Barat –Fraksi Mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Barat. Dalam aksinya, mereka secara tegas mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas polemik pembebasan lahan untuk pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kecamatan Kalukku yang menyerap anggaran lebih dari Rp6 miliar.
Massa menilai nilai anggaran yang digunakan bukanlah jumlah kecil, melainkan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan secara terbuka dan akuntabel. Mereka menyoroti sejumlah kejanggalan dalam proses pengadaan dan penetapan harga lahan yang dinilai perlu diklarifikasi secara mendalam.
Fraksi Mahasiswa menduga terdapat keterlibatan oknum dari instansi pemerintah maupun pihak terkait dalam proses penilaian hingga pembebasan lahan tersebut. Oleh sebab itu, aparat diminta bekerja secara profesional dan mengedepankan fakta serta alat bukti yang sah.
“Kami berharap Polda Sulbar menyelesaikan dan mengusut kasus ini hingga ke akarnya. Uang rakyat tidak boleh dikelola secara sembarangan. Jika terbukti ada pelanggaran hukum, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai peraturan yang berlaku tanpa pandang bulu,” tegas perwakilan massa.
Selain meminta pengusutan secara menyeluruh, aksi ini juga mendesak agar seluruh dokumen resmi terkait proses pembebasan lahan dibuka untuk diperiksa. Mulai dari laporan penilaian (apraisal), penetapan harga, hingga mekanisme pencairan dan pembayaran harus diteliti guna memastikan tidak ada penyimpangan yang merugikan keuangan daerah.
Fraksi Mahasiswa menegaskan tidak akan berhenti mengawal kasus ini sampai diperoleh kepastian hukum dan informasi yang transparan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas.(Red)
