Suaraakademis.com.|Parlilitan, Humbahas – Peristiwa memilukan menimpa warga Desa Sihas Dolok 2, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan. Dua unit rumah papan milik warga dilalap si jago merah hingga ludes rata dengan tanah pada Kamis (28/5/2026) sore. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ini mengakibatkan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 150 juta rupiah, meski demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Mendapatkan laporan kejadian, Kapolsek Parlilitan, AKP J. Butar Butar, segera bergerak memimpin langsung personel kepolisian ke lokasi kejadian guna melakukan pengamanan, evakuasi, dan penanganan awal bencana kebakaran tersebut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pemilik rumah, Crisdayati Panggabean (korban), peristiwa bermula saat ia sedang sibuk mencuci pakaian di halaman rumahnya. Tak lama kemudian, tetangganya, Masria Sinaga, mencium bau asap yang tidak wajar dan segera melihat ke arah atap rumah Crisdayati. Saat itu, api sudah terlihat mulai berkobar dari bagian dalam rumah dan dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan.
Melihat kondisi yang sudah mengkhawatirkan, Crisdayati berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Puluhan warga berdatangan berupaya membantu memadamkan api menggunakan alat seadanya. Namun, karena bangunan rumah terbuat dari bahan papan yang mudah terbakar disertai kondisi cuaca yang sedang kemarau, api merambat dengan sangat cepat. Para warga pun tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga milik korban.
“Saya sedang mencuci di luar, tiba-tiba tetangga berteriak ada bau terbakar. Saya lihat ke atas, api sudah ada di atap. Saya langsung berteriak minta tolong, tapi api sudah terlalu besar dan rumah ini papan, jadi cepat sekali habis,” ungkap Crisdayati Panggabean dengan nada sedih.
Baru sekitar pukul 16.30 WIB, mobil Pemadam Kebakaran tiba di lokasi. Namun, saat itu kedua unit rumah tersebut sudah tinggal kerangka dan rata dengan tanah. Petugas pemadam yang tiba kemudian berfokus mendinginkan sisa puing dan memastikan api tidak kembali menyala atau menjalar ke bangunan tetangga.
Kapolsek Parlilitan, AKP J. Butar Butar, yang memantau langsung proses pemadaman dan lokasi kejadian membenarkan peristiwa tersebut. Menurut keterangannya, sementara ini dugaan sementara penyebab kebakaran tersebut adalah korsleting atau hubungan arus pendek listrik dari instalasi rumah.
“Kami telah turun ke lokasi untuk memastikan keadaan dan membantu warga. Dari keterangan saksi dan pengecekan awal di lapangan, sumber api diduga kuat berasal dari korsleting listrik. Karena bahan bangunan papan dan kondisi cuaca sedang kemarau, api sangat cepat membesar,” jelas Kapolsek kepada awak media.
Akibat peristiwa nahas ini, kerugian materiil yang dialami korban diperkirakan mencapai sekitar Rp 150.000.000. Adapun rincian harta benda yang menjadi korban si jago merah antara lain:
– 2 Unit bangunan rumah papan
– 2 Karung padi
– 2 Karung beras
– 1 Unit telepon genggam
– Pakaian dan perlengkapan pribadi
– Seluruh perabotan rumah tangga
Terkait kejadian ini, Kapolsek Parlilitan mengimbau seluruh masyarakat di wilayah hukumnya agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim kemarau panjang seperti saat ini yang membuat risiko kebakaran sangat tinggi. Ia juga mengingatkan pentingnya memeriksa kondisi instalasi listrik secara berkala guna mencegah hal serupa terulang.
“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, di musim kemarau ini kita harus lebih berhati-hati. Periksa kembali instalasi listrik di rumah masing-masing, jangan menyalakan api sembarangan, dan selalu waspada. Jangan sampai kejadian yang menimpa saudara kita ini terulang lagi menimpa warga lainnya,” pesan AKP J. Butar Butar mengakhiri keterangannya.
Saat ini, sisa puing kebakaran sudah diamankan, dan pihak kepolisian serta tokoh masyarakat setempat masih berkoordinasi untuk memberikan bantuan awal bagi korban yang kini kehilangan tempat tinggal.
Penulis: Vernando Nahampun
