Suaraakademis.com.|Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan – Pakar hukum internasional sekaligus ekonom, prof. dr. sutan nasomal, s.h., m.h., mengecam keras kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa smp negeri 1 makale, kabupaten tana toraja, provinsi sulawesi selatan, pada kamis, 3 september 2026 lalu. menurutnya, kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi jika pengelola satuan pelayanan pemenuhan gizi (sppg) program makan bergizi gratis (mbg) tidak lalai dalam menjamin kualitas bahan makanan yang disajikan kepada para siswa.
“Dengan sudah ratusan kasus serupa terjadi di berbagai daerah, baik kota, kabupaten maupun provinsi di indonesia, ini mestinya jadi pelajaran bersama. kasus di smpn 1 makale ini tidak akan terjadi kalau saja pihak pengelola sppg mbg tidak lalai terhadap bahan makanan yang disajikan,” tegas prof. sutan nasomal saat memberikan keterangan kepada sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan online, dari kantor markas pusat partai oposisi merdeka, cijantung, jakarta, jumat, 5 september 2026.
Duga penggunaan bahan kadaluwarsa demi keuntungan nyawa anak bangsa jadi taruhan!
Prof. sutan nasomal menduga kuat adanya unsur kesengajaan dari pihak pengelola sppg mbg tana toraja dalam menyuplai bahan makanan. ia menerima informasi yang mengarah pada dugaan penggunaan bahan pangan yang sudah kadaluwarsa namun tetap diolah dan disajikan kepada siswa.
“Informasi yang kami terima, ada dugaan penggunaan bahan pangan yang sudah kadaluwarsa untuk dimasak dan diberikan kepada siswa-siswi smpn 1 makale. ini dilakukan demi keuntungan berlipat ganda yang diraih pengelola sppg mbg di tana toraja,” ungkapnya.
Baginya, kelalaian ini bukan lagi sekadar masalah administrasi biasa, melainkan pelanggaran berat yang membahayakan nyawa generasi penerus bangsa.
“Ini sudah menyangkut nyawa anak bangsa. negara hadir lewat program mbg untuk menyehatkan, bukan untuk meracuni. keuntungan tidak boleh didapat dengan mengorbankan kesehatan anak-anak sekolah,” tegas guru besar tersebut.
Desak polisi & kejaksaan segera sidik badan gizi nasional diminta evaluasi seluruh sppg!
Prof. sutan nasomal mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian dan kejaksaan, untuk segera melakukan penyelidikan mendalam dan menyeluruh terhadap kasus ini. harus diusut secara transparan apakah ada unsur kesengajaan atau murni kelalaian dari pengelola sppg mbg tana toraja.
“Pasti pihak aparat harus sidik! perlu diusut tuntas apakah ada unsur kesengajaan atau murni kelalaian pengelola sppg mbg tana toraja. kalau terbukti ada niat mencari untung dengan mengorbankan kesehatan siswa, maka ini masuk ranah pidana dan harus dipertanggungjawabkan di pengadilan,” pungkasnya.
Ia juga meminta badan gizi nasional untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh sppg yang beroperasi di sulawesi selatan maupun di seluruh indonesia, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di sekolah-sekolah lain.
42 siswa keracunan 3 dirawat inap, sampel makanan diuji bpom & dinkes
Sebelumnya, sebanyak 42 siswa smpn 1 makale dilarikan ke puskesmas makale kota dan rsud tana toraja setelah menyantap menu nasi, ayam suwir, sayur lodeh dan susu dari program makan bergizi gratis. tiga siswa harus menjalani perawatan inap karena mengalami dehidrasi akibat keracunan makanan. hingga saat ini, sampel makanan yang disajikan sedang diuji laboratorium oleh bpom dan dinas kesehatan untuk memastikan penyebab keracunan secara ilmiah.(Ayu)